Kembali Mengisi Semangat dengan Konten Youtube-nya Pandji

Konten youtube Pandji Pragiwaksono yang kemarin gua tonton dan membuat gua lagi-lagi berpikir dan merenung. Judulnya YANG PALING DIBENCI OLEH ORANG SUKSES, mungkin sekilas terlihat kayak acara-acara motivasi kebanyakan ya, tapi ternyata ini beda guys. Dan isinya bagus banget kalo menurut gua. Gua sebenarnya kurang terlalu suka sama acara motivasi kayak Mario Teguh dan sejenisnya. Tapi sekali lagi, ini beda. Kita seperti lagi ngobrol aja, nggak formal dan juga diselipin sama jokes dia yang khas. Jadi kayak orang lagi sharing atau ngobrol sama teman aja.

@medium

Yang gua suka dengan kontennya Pandji itu mungkin karena gua udah tau lama Pandji sejak acara Ups, Kena Deh. Gua pernah baca bukunya waktu jaman kuliah dan suka sama lagunya yang dia ngerap dan jadi ost salah satu stasiun televisi swasta. Gua juga suka dengerin podcastnya dia dan raditya dika di spotify. Untuk youtube gua beberapa kali nonton. Cuma belakangan ini kok gua lihat kontennya kena banget di gua, dengan kondisi gua saat ini juga. Pokoknya relate sama kehidupan gua saat ini. Daging isinya.

Jadi, karena gua sedang berada di ranah kegalauan mengenai dunia kepenulisan gua yang pasang-surut, jadi konten Pandji ini menurut gua mewakili dengan apa yang gua rasakan. Dari dia, gua seperti dikasih energi dan support untuk terus lanjutkan, jangan pernah berhenti mengejar mimpi lu. Lakukan hal-hal yang lu sukai. Menulislah terus selama hayat masih dikandung badan. Jangan menyerah. Kurang lebih seperti itu lah.

@medium

Ada banyak ocehan dia yang gua suka di sini.

Pusing tapi bahagia. Carilah pekerjaan yang capeknya membuat kamu bahagia.

Kurang lebih, kata-kata di bawah ini yang Pandji bilang di konten videonya. Selebihnya nanti kalian bisa cek channel youtubenya.

Kerja keras, disiplin, berkorban, akan capek. Lakukuin aja, lakuin yang elu suka. Jangan nunggu views, adsenses, uang. Karena kalau elu suka sama apa yang elu lakuin, elu bisa panjang, ada keberlanjutan. Suistanable.

Kalau elu berharap view, adsenses, uang, viral, elu nggak akan bisa berkelanjutan, elu enggak akan bisa jangka panjang. Karena elu patah hati lihat kerja keras lu nggak menghasilkan views. Semua orang ada waktunya ada masanya. (tambahan dari gua. kita ada di titik puncak karir, atau bagus)

Kalau tulisan elu nggak ada yang baca, ya bodo amat. Karena itu bukan tolak-ukurnya. Karena elu melakukan itu(menulis) karena elu suka, bukan karena views dll.

Karir Panji panjang hingga sampai sekarang. Youtube channelnya baru capai 1 juta, belasan tahun.

LAKUKAN YANG ELU SUKA. FOKUS CITA-CITA DAN IMPIAN ELU.

Jangan jadi pemalas yang banyak mau!

@medium

Jangan berhenti Menulis, jangan menyerah. Jika berhenti berarti elu memutus kesempatan elu untuk sampai di titik sukses impian elu.

Lakukan apa yang elu suka (Menulis, traveling, bisnis dll) apapun itu. Lakukanlah. Dan jangan berhenti apapun yang terjadi.

Konsisten, disiplin, kerja keras, berkorban. Yang bikin elu bisa konsisten hanya karena elu melakukan yang elu cintai. Yang membuat elu rela berkorban hanya karena elu melakukan yang elu cintai. Jadi kuncinya menemukan yang elu cintai. Dan ambil perjalanannya. Setelah itu sisanya irrelevan, mau itu lama, nggak viral, nggak ada yang nonton (tambahan: tidak banyak viewnya, belum terbit, ditolak penerbit) irrelevan karena elu ngelakuin hal yang elu suka. Pada detik itu, elu udah menang. KARENA ELU NGELAKUIN YANG ELU CINTAI. DAN NGGAK ADA YANG LEBIH BAHAGIA DARI ITU. Ketemu yang elu cintai, dan melakukan yang elu cintai.

Kata-katanya magis buat gua pribadi. Semoga dengan ini, gua bisa lebih semangat lagi, fokus, dan mantap dalam menjalankan apa yang gua sukai. Thank You Bang Pandji.

Renungan Awal Tahun dari Komika Pandji Pragiwaksono

Kemarin tepat tanggal 1 Januari 2022. Gua nonton youtube-nya komika favorit gua Pandji Pragiwaksono. Di sana dia ngebahas tentang Dream aka Mimpi. Pandji bercerita tentang Ayahnya yang mempunyai mimpi untuk menjadi penulis, dan ingin menerbitkannya. Di usia yang sudah tidak muda lagi, sekitar enam puluhan, ayahnya berusaha untuk mewujudkan mimpinya kembali. Ceritanya sangat menyentuh dan membuat gua termenung.

Gua jadi kembali flashback ke momen di mana gua harus mengubur mimpi-mimpi gua karena harus kembali ke realita yang kejam dan menuntut gua harus dengan terpaksa meninggalkannya. Mimpi ayahnya Pandji seperti gua yang ingin menjadi penulis dan hidup dari penghasil menulis. Gua kepingin membuat novel atau buku dan diterbitkan oleh penerbit. Gua ingin tetap menulis dan hidup.

Gua seperti tertampar dengan kalimat-kalimat yang dilontarkan Pandji. Walau dia ngomong tetap dalam gaya komedinya, tapi itu tidak mengurangi ‘isi’ dari kata-kata ajaibnya.

Jangan pernah membunuh mimpi lo. Karena sekeras-kerasnya elo pukul, sedalam-dalamnya elo kubur, dia cuma pingsan, dan akan bangkit di usia elo tua dalam bentuk penyesalan.

Seberapapun gagal mencapai keinginan di tahun lalu (2021), nggak boleh berhenti untuk mencapainya di tahun ini (2022) dan seterusnya.

Ini juga berlaku untuk mimpi-mimpi yang lain, tidak hanya tentang menjadi penulis. Jadi intinya kita harus memperjuangkan mimpi kita dan coba berusaha mewujudkan semaksimal mungkin. Jika sudah ya kita tetap serahkan kepada yang Maha Kuasa. Semoga tahun 2022 akan lebih baik dan cemerlang buat kita semua. Aamiin.