Rewatching: 13 Film Horor Indonesia Terbaik di Tahun 2000-an

Pada tahun 2000an perfilman Indonesia mengalami kebangkitan setelah kurang lebih satu dekade mengalami mati suri. Berbagai tema film mulai bermunculan tiap bulannya, tak terkecuali dengan tema horor yang tidak kalah banyak peminatnya.

Walau banyak bermunculan film horor berjudul ‘nyeleneh’ yang menjadi ajang kamuflase dari film mesum berkedok horor yang menjamur pada saat itu.

Tetapi nggak usah khawatir, masih ada juga loh film horor berkualitas yang tayang di bioskop pada saat itu dan memang benar film horor yang bakal memberikan efek ketegangan dan kengerian pada saat ditonton.

Berikut ini saya akan flashback ke beberapa tahun lalu dan memberikan rangkuman 13 film horor Indonesia terbaik yang seramnya juara.

  1. Jelangkung (2001)
pict. imdb.com

Sebagai pelopor film horor di awal tahun 2000an yang menjadi tonggak berdirinya perfilman Indonesia especially film bergenre horor. Film ini diperankan oleh Winky Wiryawan, Hari Panca, Melani dan Ronni Dozer. Bercerita tentang lima sahabat yang mempunyai hobi unik mendatangi tempat angker di Jakarta. Hingga pada suatu hari mereka pergi ke suatu desa keramat bernama Angker Batu dan salah satu dari mereka memainkan permainan Jelangkung di atas kuburan keramat. Film Garapan Rizal Mantovani dan Jose Purnomo ini sukses membuat penonton begidik ketakutan. Tidak heran jika film ini menjadi film box office horor Indonesia pada saat itu.

2. Tusuk jelangkung (2003)

Film ini merupakan sequel dari film Jelangkung. Kali ini film yang disutradarai oleh Dimas Djayadiningrat. Bercerita tentang sekumpulan anak muda Jakarta yang tidak sengaja memainkan Jelangkung di rumah salah satu anak muda di film Jelangkung pertama yang masih hidup. Permainan itu mengundang hantu anak kecil bernama Turah yang pernah dipanggilnya di film pertama. Film yang dibintangi oleh Marcella Zalianty, Dina Olivia, Samuel Rizal dan beberapa artis ternama lainnya sukses membuat penonton dibuat kagum karena visualnya yang memukau dan banyak adegan action yang membuat penonton deg-degan. Untuk adegan menyeramkan Tusuk Jelangkung lebih berani dan banyak menampilkan sosok hantu-hantu yang tidak kalah menyeramkan dari film pertamanya.

3. Mirror (2005)

pict. imdb.com

Film horor yang dibintangi Nirina Zubir ini sempat booming di tahun 2005 silam. Bercertita tentang gadis SMU bernama Kikan (Nirina Zubir) yang mendapat kekuatan indigo secara tak terduga. Kikan bisa melihat hantu dan kematian seseorang. Berawal saat dia pingsan di sekolahnya karena terjatuh saat menjaili teman-temannya dengan menjadi hantu. Film ini sedikit mirip film The Sixth Sense 1999 karya M. Night Shyamalan.

4. Lentera merah (2006)

Lentera Merah adalah film horor yang memiliki latar belakang sejarah. Film horor pertama yang disutradarai Hanung Bramantyo ini berhasil membuat cerita horor yang menyeramkan diselipkan dengan teka-teki sehingga penonton diajak berpikir siapakah gadis perempuan dengan gaya retro yang hadir diantara anggota mahasiswa-mahasiswi majalah kampus bernama Lentera Merah yang sedang mengadakan inagurasi anggota baru. Film ini mencekam sekaligus penuh dengan misteri. Dibintangi oleh Laudya Cynthia Bella, Dimas Beck, Teuku Wisnu dan banyak lagi.

5. Pocong 2 (2006)

pict. imdb.com

Pocong 2 adalah sekuel dari film Pocong buatan Rudi Soedjarwo dan Monti Tiwa yang sempat dilarang tayang oleh Lembaga Sensor Film karena berbagai alasan seperti terlalu sadis dan lain sebagainya. Pocong 2 dibintangi oleh Revalina S Temat, Ringgo Agus Rahman, Risty Tagor dan Dwi Sasono. Bercerita tentang adik-kakak, Maya dan Andin (Reva dan Risty) yang diganggu hantu Pocong di apartemennya yang dibeli dengan harga murah oleh Adam (Ringgo) tunangan Maya. Kehadiran Pocong yang meneror mereka memberikan petunjuk-petunjuk tentang peristiwa apa dibalik misteri kelam apartemen dan hantu Pocong itu.

6. Kuntilanak (2006)

Film yang dibintangi oleh Julie Estelle, Evan Sanders, dan Ratu Felisha ini sempat menjadi Box Office pada waktu itu. Lagu Lingsir Wengi pemanggil Kuntilanak yang dinyanyikan oleh seorang paranormal dalam film ini berhasil membuat siapa saja yang mendengar begidik ketakutan. Film ini bercerita tentang Samantha (Julie Estelle) yang tinggal di rumah kosan murah yang menyimpan misteri. Di rumah kosan itu terdapat cermin-cermin antik Mangkoedjiwo tempat munculnya sang Kuntilanak setengah manusia setengah kuda yang sangat menyeramkan.

7. Hantu (2007)

pict. imdb.com

Film yang tidak kalah seramnya berjudul Hantu. Film ini dibintangi oleh Dhea Ananda, Oka Antara, Dwi Andika, Andhika Gumilang dan Monique Henry. Hantu menjadi film pertama Oka Antara yang sukses membuat penonton ketakutan. Hantu sendiri bercerita tentang lima sahabat yang ingin mengunjungi sebuah danau misterius di sebuah hutan. Mereka berlima mengalami kejadian-kejadian yang menyeramkan di hutan itu hingga satu persatu dari mereka di terror oleh penghuni hutan tersebut. Hantu-hantu yang ada di film ini sangat menyeramkan dan kelihatan nyata.

8. Kala (2007)

Film horor-thriller pertama Joko Anwar yang bisa membuat penonton tercengang karena saking bagusnya film ini pada saat itu. Kala sendiri sebenarnya masuk ke dalam film berjenis noir. Film ini tidak sepenuhnya horor, suspense, action dengan bumbu-bumbu sejarah sebuah negara republik.

Dead Time: Kala dibintangi oleh Fachrie Albar, Ario Bayu, Fahrani dan Shanty. Jika kalian menonton film ini kalian akan merasakan jika film ini seperti bukan dibuat oleh seorang sineas Indonesia karena ceritanya berbau Hollywood.

Dengan latar belakang sebuah kota fiksi yang terkesan ‘dark’. Penonton akan diajak merasakan sensasi yang menegangkan, menyeramkan dan hadir dengan plot twist yang membuat kita terkagum.

Meskipun film ini kurang popular di Indonesia, film ini sempat menyabet penghargaan di FFI 2007 dan di luar negeri serta di ajang film festival dunia Kala banyak dipuji oleh kritikus film.

9. Takut: Faces of Fear (2008)

Film kali ini bertema horor omnibus. Omnibus adalah rangkaian film pendek yang biasanya memiliki tema yang sama. Seperti Takut: Faces of Fear yang bertemakan horor. Takut: Faces of Fear menampilkan enam cerita pendek horor yang menyeramkan. Sesuai dengan slogannya, 7 directors, 6 stories, 1 emotion, Takut. Film ini sempat tayang di bioskop pada tahun 2008. Dan salah satu film andalan dari film omnibus ini adalah Dara/Darah yang diperankan oleh Shareefa Danish. Dara/Darah sendiri banyak diputar di berbagai festifal film dan mendulang penghargaan serta pujian. Film ini yang melahirkan film Rumah Dara (Darah) full-length feature yang sukses membuat penonton begidik ngeri dan mual.

10. Rumah Dara (Darah) (2009)

Film Horor bertemakan slasher-horor yang tidak kalah menarik selanjutnya adalah Rumah Dara (Darah) atau judul internasionalnya Macabre. Timo Brothers sukses membuat full-length feature dari film omnibus Takut: Faces of Fear (2008):

Dara (Darah). Film yang dipenuhi berkubik-kubik darah segar ini  masih diperankan oleh Shareefa Danish dan Mike Lucock. Dan jejeran aktor popular seperti Julie Estele, Ario Bayu, Sigi Wimala dan banyak bintang lainnya. Bercerita tentang keluarga ‘sakit’ yang sering menculik orang asing sebagai mangsa. Rumah Dara (Darah) atau Rumah Jagal sukses memenangkan berbagai penghargaan di dalam maupun luar negeri, salah satunya adalah Busan Festival Film di Korea Selatan.

11. Keramat (2009)

pict. imdb.com

Film horor yang namanya kurang terdengar ini menghadirkan film horor yang terbilang beda di Indonesia. Film horor yang pengambilan gambarnya melalui kamera video yang sengaja di rekam oleh salah satu aktornya pernah menghiasi film Hollywood berjudul The Blair Witch Project yang sempat sukses pada saat itu. Film ini bercerita tentang sekelompok crew film yang sedang membuat film di Jogja. Hingga pada hari berikutnya salah satu pemain bernama Migi dirasuki oleh hantu nenek moyangnya dan hilang di bawa ke suatu tempat. Hantu-hantu yang tertangkap di kamera film ini benar-benar menyeramkan. Ditambah adegan kejar-kejaran para aktor membuat kita dibawa ikut merasakan apa yang mereka rasa. Film ini dibintangi oleh Migi Parahita, Poppy Sovia, Sadha Triyudha, Miea Kusuma dan banyak lagi.

12. Hi5teria (2012)

Film horor berikutnya adalah film omnibus yang berisikan lima cerita. Hi5teria banyak dibintangi oleh actor-aktris ternama seperti Taro Basro, Luna Maya, Dion Wiyoko, Sigi Wimala dan masih banyak lagi. Ada lima judul film pendek horor yang memiliki sensasi keseraman berbeda-beda, ada Pasar Setan, Wayang Koelit, Kotak Musik, Palasik dan Loket. Jika kalian ingin melihat debut Tara Basro di film horor, tontonlah film ini.

13. Belenggu (2013)

pict. imdb.com

Belenggu adalah film jenis horor psikologis yang sempat menarik perhatian di tahun 2013. Film ini disutradai oleh Upi Avianto yang terkenal dengan film Realita Cinta dan Rock n Roll. Belenggu dibintangi oleh Laudya Chynthia Bella, Abimana Aryasatya, Imeldha Therine dan Verdi Solaiman. Film ini bercerita tentang teror pembunuh yang menggunakan kostum badut kelinci yang meresahkan kota.

5 Fakta Hayao Miyazaki Sang Maestro dari Studio Ghibli

pict: https://www.chinadaily.com

Bagi para pecinta animasi atau anime khususnya animasi Jepang pasti sudah tidak asing dengan Studio Ghibli. Rumah produksi pembuatan film animasi asal negeri Sakura ini sudah banyak sekali menciptakan film animasi box office seperti Spiritted Away, My Totoro Neightbour, Princess Mononoke dan yang teranyar adalah Earwig and the Witch yang akan tayang dalam waktu dekat.

Dibalik terciptanya anime-anime keren itu, terdapat seorang genius bernama Hayao Miyazaki yang menjadi salah satu pendiri Studio Ghibli. Untuk mengenal lebih dekat Sang Maestro, berikut ini ada lima fakta mengenai Eyang Hayao Miyazaki.

  1. Menyukai Manga dan Animasi sejak kecil

Hayao Miyazaki lahir di Tokyo, 5 Januari 1941. Miyazaki adalah anak kedua dari empat bersaudara. Ayahnya merupakan seorang direktur di perusahaan yang memproduksi kemudi pesawat tempur pada Perang Dunia II, Miyazaki Airplane. Sejak kecil Miyazaki sudah tertarik dengan Manga dan animasi yang sudah menjadi culture di Jepang. Miyazaki pernah bekerja di salah satu studio animasi besar di Jepang, Toei Animation sebelum mendirikan Studio Ghibli.

2. Berdirinya Studio Ghibli

Hayao Miyazaki dan dua rekannya, Isao Takahata dan Toshio Suzuki mendirikan Studio Ghibli pada 15 Juni 1985 di Tokyo. Nama Ghibli berasal dari Bahasa Arab, Qibli. Nama tersebut terinspirasi dari orang-orang Italia yang menyebut pesawat pengincar sahara pada Perang Dunia II. Ghibli sendiri bermakna Angin yang bertiup melewati Gurun Sahara, yang bermaksud bahwa Studio Ghibli akan menjadi angin segar di industri animasi Jepang. Film pertama yang di produksi pada saat itu adalah Laputa: Castle in The Sky (1986), My Neighbor Totoro (1988), dan Grave of The Fireflies (1988)

3. Direktur Utama Studio Ghibli yang Workaholic dan Perfeksionis

Hayao Miyazaki sudah terkenal sebagai pribadi yang workaholic dan perfeksionis. Semasa muda, Miyazaki biasa bekerja hingga 14 jam sehari. Miyazaki adalah seorang animator yang mencintai kesempurnaan pada setiap pekerjaannya. Dia bahkan sengaja pergi ke Swedia, tepatnya ke Stockholm dan Gotland Island untuk mengambil foto yang digunakan di film anime Kiki’s Delivery Service.

Tidak heran direktur utama studio Ghibli itu menjadi salah satu animator tersukses di dunia. Karya-karyanya seperti Princess Mononoke (1997), Spirited Away (2001) banyak memenangi penghargaan di kancah dunia.

4. Hayao Miyazaki Pensiun dan Kembali

Pada tahun 2013 silam Hayao Miyazaki menyatakan diri jika akan pensiun di usianya yang ke 72. Alasannya adalah karena Miyazaki bermasalah dengan penglihatannya yang semakin buruk dan akan mempengaruhi karya yang akan dibuatnya.

Tetapi beberapa tahun berikutnya tepatnya pada 2017, melalui Toshio Suzuki, produser dari Studio Ghibli memberitakan bahwa Miyazaki sudah bekerja kembali untuk sebuah proyek film terbaru Studio Ghibli yang rencanya akan tayang di tahun 2020. Alasan Miyazaki kembali terdengar cukup sentimentil yaitu karena ingin membuatkan film animasi untuk cucu laki-lakinya.

5. Membuat Film terbaru bersama Putranya-Goro Miyazaki

Putra pertama Hayao Miyazaki yang juga penerus Studio Ghibli, Goro Miyazaki menyutradarai film berjudul Aya to Majo (Earwig and the Witch) bersama Ayahnya, Hayao Miyazaki.

Film terbaru kali ini akan menjadi film Panjang pertama Studio Ghibli yang menggunakan Teknik animasi full 3D CG. Aya to Majo (Earwig and the Witch) film ini rencana tayang perdana di saluran televisi NHK 30 Desember 2020 namun karena film ini akan diikutsertakan di salah satu ajang penghargaan bergengsi, penayangannya diundur menjadi awal tahun 2021. Dan Indonesia boleh berbangga karena salah satu pengisi suara dan soundtrack akan diisi oleh penyanyi dan pemain film Petualangan Sherina, yup, Sinna Sherina Munaf aka Sherina. Wah, jadi nggak sabar nih. :))