Review Film Tick, Tick… Boom! untuk Para Pejuang Mimpi

Review pertama saya di awal tahun 2022 setelah sempat hiatus dari review film. Kali ini Netflix menghadirkan film originalnya kembali, Tick, Tick… Boom! film ini sebenarnya keluar di bulan november 2021, tapi saya baru sempat nonton akhir tahun 2021. Jadi film ini merupakan film musikal autobiografi mengenai Jonathan Larson, seorang penulis teater terkenal, Rent yang sempat tayang selama sebelas tahun di teater Broadway, New York. Amerika Serikat. Film ini disutradarai oleh Lin-Manuel Miranda.

Sinopsis

Film ini mengisahkan awal karir seorang pemuda yang ingin menjadi penulis teater Broadway bernama Jonathan Larson (Andrew Garfield). Broadway Theatre sendiri merupakan kumpulan teater yang berada di sepanjang jalan Broadway, New York, Amerika Serikat. Film ini berlatar belakang New York tahun 1990. Di mana Jon yang bekerja sebagai pelayan restoran di Moondance Diner mengalami Quarter Life Crisis yang merasa galau dengan mimpinya sebagai komposer teater.

Di usia yang sudah mendekati 30 tahun, dia merasa belum menjadi apa-apa dan mimpinya pun belum terwujud. Ditambah dia melihat orang-orang disekitarnya mulai realistis, dan mulai sukses dengan karir barunya. Seperti sahabatnya, Michael (Robin de Jesus) yang dulu berbakat sebagai aktor kini sukses bekerja di perusahaan advertising, dan Susan (Alexandra Ship), seorang penari dan pacar dari Jon yang memutuskan pindah ke kota lain dan bekerja di sana.

(Foto: IMDb)
(Foto: IMDb)

Jon sedang menulis drama teater berjudul Superbia yang dikerjakannya selama delapan tahun dan diyakini akan menjadi awal karirnya sebagai penulis teater. Jon yang selalu membandingkan hidupnya dengan komposer legendaris Broadway, Stephen Sondheim (Bradley Whitford) yang memulai karir Broadwaynya di usia 27 tahun, dan itu membuatnya menjadi semakin putus asa.

Jon dilema, ingin memperjuangkan mimpinya atau berbelok menjadi seorang medioker seperti teman-temannya dengan menjadi pekerja kantoran biasa. Dia juga harus membayar banyak tagihan, harus ditinggal pacarnya, dan sahabatnya pun pergi meninggalkannya karena suatu hal dan teman-temannya yang masuk rumah sakit. Di sini dia juga harus mengalami writer block saat mau menyelesaikan lagu untuk dramanya di saat dia mendapatkan kesempatan dari seorang produser untuk mempresentasikan karyanya, Superbia. Drama musikal bertema science-fiction yang agak absurd.

Saat dia berada dalam tekanan, di momen itulah dia seperti menemukan kekuatan untuk bangkit. Seperti kata pepatah What doesn’t kill you makes you stronger. Dia butuh waktu untuk menenangkan diri, Jon pergi berenang di kolam renang umum dan dia menemukan inspirasi dan mulai bangkit. Visual yang ditampilkan di scene ini bagus banget. Pada akhirnya dia berhasil mempresentasikan dengan sangat baik.

(Foto: IMDb)

Film ini sangat layak ditonton untuk para pejuang mimpi yang masih bertanya-tanya dengan pilihan menyulitkan yang sedang dirasakan, yaitu antara harus memperjuangkan mimpi atau mengalah dengan realita. Film ini mengingatkan saya dengan film musikal favorit saya, Lalaland yang dimainkan oleh mantannya Andrew Garfield, Emma Stone. Sedikit kekukarangan dari film ini mungkin karena alurnya maju-mundur yang agak membingungkan diawal. Tapi setelah film berjalan penonton akan terbiasa dengan sendirinya.

Pasti banyak yang tanya, kenapa judulnya unik, Tick, Tick… Boom! mirip acara kuis jaman dulu lol. Jadi di film ini ceritanya Jon sedang bermonolog dalam pementasan karya keduanya Tick, Tick… Boom! yang digambarkan sebagai suara detak jam yang terus berpacu seakan menuntutnya untuk segera menyelesaikan karyanya. Lagu-lagu yang ada di film ini bagus dan liriknya juga penuh makna, Lagu-lagunya memang asli buatan Jonathan Larson. Dan Tick, Tick… Boom! juga buah adaptasi dari teater musikal Broadwaynya. Penampilan Karessa (Vanessa Hudgens) sebagai penyanyi latar di sini juga mengagumkan.

(Foto: IMDb)

Akting Andrew Garfield di sini sangat menakjubkan. Karena aktingnya saat memerankan sosok Jonathan Larson itu sangat mirip. Di akhir film ditampilkan video asli Jonathan Larson, jika dilihat lagi, perawakannya memang mirip walaupun berbeda dari wajahnya. Tetapi pembawaan Garfield dalam memerankan karakter ini sangat mirip jika dilihat dari gesture, ekspresi wajahnya dan lain-lain. Jadi terlihat meyakinkan. Agak mirip dengan Reza Rahadian saat memerankan Habibie.

Ditambah Garfield juga ternyata bisa nyanyi, suaranya juga bagus. Akhir cerita hidup Jonathan Larson juga sangat menyesakkan dada. Karena di saat drama musikalnya yang berjudul Rent, akan tayang pertama kali di Broadway Theatre, dia menghembuskan nafas terakhir sehari sebelum pertunjukan karena aneurisma aorta.

IMDb rating 7.6/10

Rotten Tomatoes rating 88% (Tomatometer), 96% (Audience Score)

Rating dari saya 80%

(Foto: IMDb)