Review Buku Dongeng Calathea: Buku Antologi Bareng FLP Bekasi

Assalamualaikum wr. wb

みなさん。こんにちは。

Bulan mei lalu, buku antologiku berjudul Dongeng Calathea yang ditulis bareng teman-teman FLP (Forum Lingkar Pena) Bekasi terbit. Ada satu cerpenku, “Kucing Belang Tiga” yang nyangkut di sana. Buku kumpulan cerpen ini bertemakan Keluarga. Ada 12 cerita pendek yang ditulis oleh 12 penulis FLP Bekasi. Cerita yang ditulis oleh teman-teman FLP Bekasi beragam, karena ditulis dari sudut pandang berbeda pula, dan tema keluarga itu juga luas, jadi akan banyak cerita yang bisa diangkat.

Judul Buku                 : Dongeng Calathea

Tanggal Terbit            : Mei 2021

ISBN                           : 978-623-934-009-4

Bahasa                        : Indonesia

Penerbit                      : YMA Publisher

“Andai kita bisa memilih dari keluarga mana kita dilahirkan, pasti gue nggak begini, Sam. Dan yang elo lihat di sosial media itu seringkali berbeda dari realitanya.”

Kucing Belang Tiga (Beni Ananto)

“Mintalah pada Yang Maha Punya. Cinta dan logika tidak cukup untuk memutus hubungan yang Abadi.”

Segelas lagi Kusambangi (Wahyu Rahmawati)

“Cari pasangan tak harus PNS, Tak harus santri. Yang penting ia paham agama, orang yang baik akhlaknya.”

Lebih dari Rindu (Nurul Faizah)

“Apabila ibu telah tiada, bapak menjadi surga terdekat kita, hendaklah kita tak boleh menyia-nyiakannya.”

Keringat Anak Sulung (Endri Prasetyo)

Hasil Karyaku

I. Buku Antologi Cerpen Bersama Forum Lingkar Pena (FLP) Bekas: 2009
II. Buku Antologi (Flash Fiction) untuk Korban Tsunami Jepang: 2010
III. Buku Antologi Cerpen bareng Pipit Senja: 2014
 IV. Buku Antologi Cerpen bersama Forum Lingkar Pena (FLP) Bekasi: 2015

Super Father: Kisah Ayah Sepanjang Masa (Ada cerpenku di buku ini :))


 
Judul: Super Father
Penulis: Amanda Ratih Pratiwi, dan Tim Forum Lingkar Pena (FLP) Bekasi
Penerbit: Metagraf (Tiga Serangkai)
Kisah Ayah Sepanjang Masa
“…Cahaya terasa berharga saat gelap abadi.
…Suara menjadi nyata saat sempurna sepi.
…Seperti cintamu, Bapak, yang baru kami pahami saat telah pergi.”
Begitulah kalimat yang terdapat dalam kisah “Cinta tanpa Kata”dari salah satu penulis dalam buku ini, Sakti Wibowo. Sebuah kisah tentang seorang Ayah yang bersikap dingin terhadap anaknya yang mungkin sukar untuk diterima oleh seorang anak yang ingin dimengerti dan dipahami pada saat itu. Akan tetapi dibalik sikapnya itu, tersimpan sejuta cinta yang tak terkira. Kisah ini begitu melankolis dan mengharukan.
Super Father adalah sebuah buku antologi yang berisi kisah tentang pengalaman serta kenangan bersama Ayah yang tak terlupakan. Terdapat dua puluh kisah yang akan membuat kita semua merenung tentang segala jasa dan pengorbanan yang beliau berikan kepada kita.
Sosok Ayah memang tidak sepopuler seorang Ibu yang sudah melahirkan kita, yang kisahnya sering diangkat dan dibicarakan. Di balik semua itu, sosok seorang Ayah tidak kalah pentingnya. Beliau yang rela membanting tulang, bekerja keras demi menafkahi keluarga. Seorang pemimpin dalam keluarga yang memberikan contoh baik kepada anak-anaknya.
Ada enam belas penulis yang berasal dari Forum Lingkar Pena (FLP) Bekasi yang menyumbangkan kisahnya bersama Ayah dalam buku ini. Seperti yang dituliskan oleh Amanda Ratih Pratiwi mengenai sosok Ayah yang menjadi inspirasinya dalam “Papiku, Papanya, dan Ayah Mereka.” yang mengisahkan sosok Ayah yang bersikap lembut dan hampir tak pernah marah, yang banyak mengajarkan tentang arti kesabaran dan kejujuran.
Dalam kisah “Tentang Ayahku” yang di tulis oleh Ardhani yang mengisahkan tentang perjuangan seorang Ayah yang menjadi guru honorer di kota besar. Dengan gaji guru honorer yang cukup menyedihkan, ditambah gaji selama tiga bulannya yang belum dibayarkan. Seorang guru honorer yang sudah dua puluh tahun mengabdi, kini nasibnya terkatung-katung karena kontrak kerjanya tidak akan diperpanjang lagi. Betapa berat tanggung jawab seorang Ayah demi menafkahi kebutuhan keluarganya. Sang Ayah rela melakukan apa saja, bahkan berencana untuk menjadi pemulung, demi agar anaknya bisa mengenyam pendidikan hingga bangku kuliah.
Banyak kisah di buku ini yang menggugah dan mengetuk relung hati. Selain itu, kisah yang dituliskan oleh Fitta Astriyani yang berjudul “Pahlawan Kalpataruku” akan membawa kita kepada sosok Ayah mempunyai hobi berkebun, memanfaatkan lahan yang ada di rumah dengan menanami berbagai macam jenis tanaman. Selain membuat rumah dan lingkungan tampak asri. Buah atau khasiat yang dihasilkan oleh berbagai tanaman tersebut pun akan berguna dan menguntungkan. Sosok Ayah yang mengajarkannya mencintai lingkungan dan alam sekitar.
“Kupetik Hikmahnya saat Dewasa” adalah sebuah kisah yang dituliskan oleh Aprilina Prastari. Mengisahkan sosok Ayah yang tegas yang mengajarkan banyak hal sejak dini seperti bagaimana menabung, bekerja keras dan berani bicara jika menginginkan sesuatu yang sudah diajarkan sejak dini, yang awalnya terkesan berat dan kejam, maka pada saat dewasa barulah tahu dan memahami hikmah dibalik itu semua. Sosok Ayah telihat kaku dan kurang cair terhadap anak-anaknya tetapi memiliki hati yang lembut.
Buku ini dapat mengingatkan kita lagi akan adanya lelaki mulia dalam hidup kita yang bernama Ayah, Bapak, Papa, Abi (apapun sebutannya itu) yang api cintanya tak kan penah padam terhadap anak-anak dan keluarganya. Membaca kisah-kisah di buku ini pun akan membawa kita kepada perenungan dan pertanyaan tentang keberadaan Ayah. Sudah berbaktikah kita kepada beliau?