Renungan Awal Tahun dari Komika Pandji Pragiwaksono

Kemarin tepat tanggal 1 Januari 2022. Gua nonton youtube-nya komika favorit gua Pandji Pragiwaksono. Di sana dia ngebahas tentang Dream aka Mimpi. Pandji bercerita tentang Ayahnya yang mempunyai mimpi untuk menjadi penulis, dan ingin menerbitkannya. Di usia yang sudah tidak muda lagi, sekitar enam puluhan, ayahnya berusaha untuk mewujudkan mimpinya kembali. Ceritanya sangat menyentuh dan membuat gua termenung.

Gua jadi kembali flashback ke momen di mana gua harus mengubur mimpi-mimpi gua karena harus kembali ke realita yang kejam dan menuntut gua harus dengan terpaksa meninggalkannya. Mimpi ayahnya Pandji seperti gua yang ingin menjadi penulis dan hidup dari penghasil menulis. Gua kepingin membuat novel atau buku dan diterbitkan oleh penerbit. Gua ingin tetap menulis dan hidup.

Gua seperti tertampar dengan kalimat-kalimat yang dilontarkan Pandji. Walau dia ngomong tetap dalam gaya komedinya, tapi itu tidak mengurangi ‘isi’ dari kata-kata ajaibnya.

Jangan pernah membunuh mimpi lo. Karena sekeras-kerasnya elo pukul, sedalam-dalamnya elo kubur, dia cuma pingsan, dan akan bangkit di usia elo tua dalam bentuk penyesalan.

Seberapapun gagal mencapai keinginan di tahun lalu (2021), nggak boleh berhenti untuk mencapainya di tahun ini (2022) dan seterusnya.

Ini juga berlaku untuk mimpi-mimpi yang lain, tidak hanya tentang menjadi penulis. Jadi intinya kita harus memperjuangkan mimpi kita dan coba berusaha mewujudkan semaksimal mungkin. Jika sudah ya kita tetap serahkan kepada yang Maha Kuasa. Semoga tahun 2022 akan lebih baik dan cemerlang buat kita semua. Aamiin.