Review The Wailing (2016) Horor Korea yang Gila Seramnya

imdb.com

Kali ini mau review film horor Korea selatan The Wailing yang tayang 2016 lalu. Film horor fenomenal yang menjadi salah satu film terlaris pada saat itu tidak hanya terkenal di negara asalnya saja, tetapi di dunia dan banyak menerima berbagai penghargaan perfilman seperti Grand Bell Award, Penghargaan Film Blue Dragon Award dan masih banyak lagi. The Wailing juga tayang di Cannes Film Festival 2016 .

The Wailing ini berbeda dengan film horor kebanyakan. Seram asli dan penuh teka-teki. Film arahan sutradara Korea Selatan, Na Hong-Jin yang juga pernah membuat film The Chaser, The Yellow Sea dan yang baru-baru ini viral yaitu film horor Thailand The Medium (2021). Menurut sang sutradara, pembuatan film ini didasarkan oleh pengalaman pribadi yang menimpa orang-orang terdekatnya yang meninggal secara tiba-tiba dan ganjil saat menyelesaikan film The Yellow Sea.

imdb.com

Sinopsis:

Film ini bercerita tentang sebuah desa kecil yang tenang bernama Gokseong yang digemparkan oleh kasus pembunuhan berantai. Kasus ini tidak biasa dan terbilang aneh. Kasus pertama dialami oleh pasangan suami-istri yang dibunuh secara brutal oleh anggota keluarganya. Pembunuh ini terlihat linglung dan tubuhnya penuh dengan benjolan bernanah. Ditambah ada penampakan sesuatu yang berbau klenik disekitarnya. Pembunuhan selanjutnya pun keadaannya kurang lebih tidak jauh berbeda.

Polisi berdatangan untuk memeriksa kasus tersebut. Seorang polisi bernama Jong-Goo (Kwak Do-Won) yang seorang polisi beranak satu dengan perangai gemuk, lamban dan penakut mencoba menyelidiki kasus tersebut dangan seorang rekan kerjanya, Oh Seong Bok (Son Gang Guk) setelah sebelumnya dikejutkan oleh penampakan seorang perempuan telanjang di kantornya pada malam hari saat hujan turun yang ternyata pelaku pembunuhan di kasus berikutnya.

Pada saat mereka berdua berjaga di lokasi kejadian, seorang perempuan muda misterius berpakaian putih, Moo Myung (Chun Woo-Hee) tiba-tiba muncul dan memberikan informasi bahwa pelakunya adalah laki-laki Jepang (Jun Kunimura) yang baru saja datang ke desa itu. Awalnya mereka tidak percaya, tetapi setelah ada seorang pendaki gunung yang pernah bertemu dengan orang Jepang itu dengan sosok mengerikan dan Jong-Goo sempat bermimpi buruk mengenai pria Jepang tersebut akhirnya mereka datang ke lokasi kejadian. Dan mereka menemukan fakta baru di sana.

imdb.com

Pada suatu hari Jong-Goo, Oh Seong Bok dan seorang pastor muda Katolik Bernama Yang I Sam (Kim Do Yoon) yang pandai berbahasa Jepang mendatangi rumah pria Jepang itu. Di sana hanya ada seekor anjing hitam saja. Mereka melihat penampakan seperti ritual perdukunan yang mengerikan, dan yang mengejukannya lagi adalah foto para korban yang tewas sebelumnya dan barang-barang pribadi milik korban ada di sana juga. Yang lebih mengagetkan lagi adalah sebelah sepatu milik anak perempuan Jong-Goo, Hyo-jin (Kim Hwan-Hee) ada di sana. Pada saat mereka kepergok orang Jepang itu yang tiba-tiba muncul. Mereka pun meminta maaf dan pamit. Orang Jepang itu hanya diam, dan menatap mereka dengan tatapan menyeramkan.

Di hari berikutnya Jong-Goo dikejutkan dengan Hyo-Jin yang tiba-tiba sakit. Berhari-hari dia sakit dan sakitnya terkesan aneh. Badannya banyak melepuh merah bernanah. Hyo-Jin seperti orang ketempelan dan kelakuannya aneh. Akhirnya neneknya mengundang seorang dukun Bernama II Gwang (Hwang Jung-min) untuk mengusir setan yang menempel di tubuh anaknya. Menurutnya semua itu adalah ulah dari orang Japang itu.

Setelah membayar dukun itu dengan mahal, pada suatu malam dilakukanlah ritual pengusiran roh jahat yang prosesnya sangat menegangkan. Di satu sisi orang Jepang itu pun melakukan ritual juga. Karena Hyo-Jin kesakitan pada saat ritual tersebut, dengan terpaksa ritual itu dihentikan. Hari berikutnya pembunuhan pun terjadi kembali. Keadaan Hyo-Jin semakin parah dan dia banyak melakukan hal yang aneh. Dan sesuatu yang menyeramkan dan menegangkan pun terjadi.

imdb.com

Setting yang Menyeramkan, bukan Horror Jump Care, dan Plot Twist yang Keren

Setting film ini benar-benar dibangun sangat mendukung berjalannya cerita di film ini sendiri. Berlokasi di sebuah desa kecil yang asri di daerah pegunungan dengan rumah-rumah tradisionalnya yang terkesan dengan nuansa pedesaan di khas. Desa yang dingin dan bernuansa suram, kelam dengan penerangan yang temaram. Tanpa ada jum scare pun pengalam horor yang dialami penonton sangat berasa sekali.

Jika ingin merasakan sensasi menonton film yang menakutkan, menyeramkan, dan berdarah-darah. Plot cerita di film ini dibuat rapih, tidak terburu-buru dan perlahan-lahan diberikan clue yang nantinya bisa menjadi kesimpulan di akhir cerita ini. Khas film horor psikologi. Meskipun begitu film ini tidak akan membuat kita bosan, malah kita akan dibuat semakin penasaran walau durasi film ini 2 jam 36 menit.

imdb.com

The Wailing sangat direkomendasikan untuk ditonton. Ditambah plot twist yang membuat kita terheran-heran dan bertanya-tanya akan siapa pelaku sebenarnya. Siapa yang jahat sebenarnya? Apakah benar si orang Jepang pelakunya? Siapa sosok perempuan muda berpakaian putih itu?

Jangan lupa untuk tonton deleted scene film ini yang akan menambah keyakinan kita siapa pelaku sebenarnya.

IMDb rating 7.5/10

Rotten Tomatoes rating 99% (Tomatometer), 82% (Audience Score)

Rating sendiri 88%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.