Le Petit Prince (Pangeran Cilik) dan Animal Farm, Dua Buku yang Selesai Sekali Duduk

Animal Farm dan Le Petit Prince (Pangeran Cilik)

Assalamualaikum wr. Wb.

Halo minasan. Kali ini saya mau sedikit membahas tentang dua buku fiksi yang baru selesai saya baca (No Spoiler). Dari dulu dua buku ini memang sudah masuk bucket list, dan baru dibeli bulan mei 2021. Karena masuk waiting list bacaan, dan saya masih baca buku lain, jadi dua buku ini baru selesai dibaca bulan ini. *alesan aja nih

Fyi, dua buku ini adalah novela dengan tebal tidak lebih dari 150 hlm.

  1. Le Petit Prince (Pangeran Cilik)
Le Petit Prince (Pangeran Cilik)

Novela ini masuk ke dalam buku bacaan klasik karya penulis Prancis Antoine De Saint-Exupéry. Berkisah tentang seorang anak dari planet lain yang tersesat di Bumi, tepatnya di tengah gurun pasir bersama seorang pilot yang mogok pesawatnya. Mereka pun berkenalan dan saling bertukar cerita sambil bersama mencoba mencari pertolongan dan berusaha memperbaiki pesawat tersebut.

Buku ini tipis dan ada ilustrasinya jadi terlihat lebih menarik khas buku anak. Walau begitu isi ceritanya tidak demikian. Meskipun karakter utamanya adalah seorang anak kecil yang senang bertanya dan bercerita.

Pada saat pertama baca saya jujur agak bingung karena banyak sekali pesan tersirat yang disampaikan penulis lewat dialog-dialog si anak kecil ini.

Awalnya si pilot menceritakan tentang pengalaman masa kecilnya yang kurang mengenakan. Dia menggambar sesuatu objek dan dipamerkan ke orang-orang, tetapi orang-orang banyak yang tidak tahu dan salah menebak yang mereka kira adalah sebuah topi. Padahal si pilot itu menggambar seekor ular sanca yang menelan seekor gajah. Mereka menyarankan agar si bocah belajar ilmu pasti atau Eksakta dan melupakan lukisannya itu.

Dan anak kecil berpakaian unik dari planet itu pun bertanya dan bercerita tentang kisahnya hingga sampai ke bumi. Dari cerita itu timbulah cerita-cerita unik yang kalau ditelaah lebih dalam lagi terdapat pesan moral tentang kehidupan. Ceritanya agak unik dan agak njelimet gitu. Karena kita diajak melihat cerita ini dari sudut pandang bocah kecil aka bocil .

Banyak pesan moral dan falsafah hidup. Buku ini sepertinya harus dibaca lebih dari sekali agar kita bisa lebih paham dengan pesan-pesannya. Buku ini sudah diterjemahkan ke banyak Bahasa di seluruh dunia dan menjadi buku bacaan wajib. Walau begitu buku ini sebenarnya banyak dibaca orang dewasa juga karena isi ceritanya yang tidak biasa.

“Mengadili diri sendiri lebih sulit daripada mengadili orang lain. Jika kamu berhasil, berarti kamu betul-betul orang yang bijaksana.” – Le Petit Prince (Pangeran Cilik), Antoine De Saint-Exupéry.

“Orang-orang dewasa memang amat ganjil.” – Le Petit Prince (Pangeran Cilik), Antoine De Saint-Exupéry.

“Bila ingin memancing senyum, orang kadang-kadang berbohong sedikit.” – Le Petit Prince (Pangeran Cilik), Antoine De Saint-Exupéry.

2. Animal Farm

Animal Farm

Buku selanjutnya adalah novela karya penulis Inggris yang lahir di India, Eric Arthur Blair atau lebih dikenal dengan George Orwell. Karya lainnya yang terkenal dan fenomenal adalah 1984. Kembali ke Animal Farm, sebuah novela yang mengandung satire terhadap uni soviet pada perang dunia II. Walau begitu, cerita dalam novela ini masih relate dengan keadaan politik sekarang, termasuk di negara kita.

Animal Farm adalah sebuah novel alegori yang bercerita tentang sekumpulan hewan ternak yang berada di sebuah peternakan di Inggris yang ingin memberontak terhadap kekuasaan manusia yang mengekang mereka. Para hewan itu ingin merdeka dari segala perbudakan manusia.

Pemberontakan itu ditenggarai oleh seekor babi tua bernama Major yang mendapat wangsit tentang pemberontakan yang dilakukan oleh para hewan terhadap pemilik peternakan Pak Jones. Mereka mengumpulkan para hewan dan menceritakannya ke mereka semua. Hingga dimana dia mati. Dan rencananya diteruskan oleh dua babi cerdas Snowball dan Napoleon.

Beberapa tahun setelah kematian Major, pemberontakan yang diramalkannya pun terjadi. Mereka merencanakan pemberontakan tersebut, Snowball memimpin. Para hewan lain baku hantam dengan Jones dan para karyawannya. Dengan berbekal bedil mereka membabi buta ke para hewan. Yang mengakibatkan seekor domba tertembak dan mati. Snowball gagah berani memimpin melawan mereka, dan berhasil mengusir si pemilik peternakan.

Sebelumnya mereka sudah membuat rencana untuk membangun peternakan tanpa adanya manusia. Dipimpin oleh Snowball dan Napoleon, dua pemimpin yang selalu berselisih pendapat.

Motto mereka adalah “Kaki empat baik, kaki dua jahat.”

Dan membuat tujuh perintah yang harus ditanamkan pada kepala hewan-hewan di peternakan:

  1. Apapun yang berjalan dengan dua kaki adalah musuh.
  2. Apapun yang berjalan dengan empat kaki dan bersayap adalah teman.
  3. Tak seekor binatang pun boleh mengenakan pakaian.
  4. Tak seekor binatang pun boleh tidur di ranjang.
  5. Tak seekor binatang pun boleh minum alkohol
  6. Tak seekor binatang pun boleh membunuh binatang lain.
  7. Semua binatang setara.

Pasca pemberontakan, para hewan ternak hidup bersama membangun peternakan dibawah pimpinan Snowball yang mendominasi. Peran Napoleon mulai tergantikan. Dan pada suatu hari, dengan licik dia menyerang Snowball dan mengusirnya dari peternakan. Kepemimpinan diambil alih Napoleon dan kroco-kroconya.

Dia berhasil memanipulasi keadaan dan tujuh perintah yang sudah dibuat. Harapan mereka terhadap kemerdekaan jauh panggang dari api. Dibawah kepemimpian Napoleon si Babi serakah dan culas, peternakan hanya Makmur terhadap kaumnya (para babi) dan pengikutnya. Kekuasaan membutakannya.

Di dalam buku tipis ini banyak sekali hal-hal yang mencengangkan. Membaca buku ini membuat saya geram dengan tokoh Napoleon dan menaruh simpati lebih dengan Boxer, kuda perkasa yang lugu dan penuh semangat.

Setelah baca kayak sempat terdiam, berpikir, dan merenung. Dan kisah ini tidak hanya fiktif, tetapi menjadi fakta dan benar pada saat ini dan di negara ini. Persis kayak novel dia sebelumnya yang pernah saya baca, 1984. Edan sih. Buku fiksi ditulisnya kapan, tapi masih relate dengan keadaan sekarang.

1984, Animal Farm dan Le Petit Prince (Pangeran Cilik)

“Dialah satu-satunya binatang di peternakan itu yang tidak pernah tertawa. Ketika ditanya mengapa tak tertawa, ia akan menjawab tidak ada yang pantas ditertawakan.” – Animal Farm, George Orwell

“Jangan bayangkan, Kamerad, bahwa menjadi pemimpin itu menyenangkan! Sebaliknya, itu adalah satu tanggung jawab yang berat dan mendalam.” – Animal Farm, George Orwell

“Mereka telah tiba saat tidak ada yang berani mengungkapkan pikirannya, ketika anjing yang ganas dan menggeram berkeliaran di mana-mana, dan ketika Anda harus melihat rekan-rekan Anda tercabik-cabik setelah mengaku melakukan kejahatan yang mengejutkan.” – Animal Farm, George Orwell

“Makhluk-makhluk di luar memandang dari babi ke manusia, dan dari manusia ke babi lagi: tetapi mustahil mengatakan mana yang satu dan mana yang lainnya.” – Animal Farm, George Orwell

55 Komentar

  1. Le petit prince ini udah ada filmnya loh bang, keren juga filmnya. Lucuuu dan banyak pesan yang patut dipetik. Kalau bukunya aku belum baca. Rencananya juga pengin koleksi buat dibaca Rhe nanti.

    Kalau animal farm sama sekali belum baca. Kayaknya seru juga ya, pemberontakan hewan ternak. Hmmm.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *