Ketika Para Superhero Main Film Bareng di The Devil All the Time

Ketika Para Superhero Main Film Bareng di The Devil All the Time

Assalamualikum, selamat pagi.

Kali ini gue mau ngereview sebuah film bergenre thriller yang tayang 16 september lalu di Netflix, The Devil All the Time yang diadaptasi dari sebuah novel karya Donald Ray Pollock dengan judul yang sama.

Film ini banyak dibintangi aktor milenial terkenal seperti Tom Holland, Robert Pattinson, Bill Skarsgård, Sebastian Stan, Mia Wasikowska dan banyak lagi. Film ini ditulis dan disutradari oleh Antonio Campos.

Di The Devil All the Time kita bisa menyaksikan Spiderman, Batman, Bucky, Pennywise dan Alice saling beradu akting bareng.

Jika dilihat dari judulnya, kita akan dibuat terkecoh dan mengira ini adalah film horor yang berisi penampakan setan dan sejenisnya. Setelah menyaksikan kalian akan tersadar jika film ini bergenre psikologi thriller yang penuh ketegangan dan banyak aksi berdara-darahnya.

sumber: https://www.imdb.com

Bersetting di sebuah kota kecil, West Virgina di Amerika pada tahun 1960an. Bercerita tentang Arvin Eugene Russel (Tom Holland) seorang pemuda lugu yang harus menerima fakta pahit sejak dia kecil. Ibunya,  Charlotte Russel (Haley Bennett) meninggal karena penyakit kanker, dan ayahnya Willard Russel (Bill Skarsgård) seorang veteran perang ditemukan tewas di depan altar doa di hutan belakang rumahnya.

Didikan keras ayahnya membuat Arvin kecil yang lemah berubah menjadi pria dewasa yang pemberani. Arvin dan adik sepupunya yang juga bernasib sama diasuh oleh kakek-neneknya di sebuah desa. Pada suatu hari Arvin dihadiahi kakeknya sebuah pistol warisan mendiang ayahnya yang akan menjadi senjatanya untuk membela orang-orang yang disayangi dan dirinya sendiri.

Di sebuah desa kecil tersebut akan bermunculan karakter-karakter yang unik yang sifatnya jauh dari manusia itu sendiri. Ada seorang pastur muda bernama Preston Teagardin (Robert Pattinson) yang memiliki sifat bejat.

sumber: https://www.imdb.com

Ada sepasang suami-istri, Carl Handerson (Jason Clarke) dan Sandy Handerson (Riley Keough) yang melakukan pembunuhan dengan mencari korbannya di jalan dengan memberikan tumpangan mobilnya. Mereka memfoto para korbannya dalam keadaan telanjang dan tersiksa.

Seorang sheriff Lee Bodecker (Sebastian Lee) di kota itu seharusnya menjadi sosok yang mengayomi, tetapi malah berperilaku sebaliknya.

Karakter disini saling mempunyai ikatan, jadi tidak ada yang percuma dari penampilan karakter-karakter disini. Suasana di film ini juga sudah membuat ngeri tanpa harus ada penampakan hantu-hantu. Alurnya agak sedikit lambat di awal, jadi penonton harus sabar mengikuti filmnya biar tahu penjelasan karakter-karakternya.

sumber: https://www.imdb.com

Tidak lama, ketegangan tiap ketegangan akan berlanjut dan disajikan dengan apik dan rapih. Jadi menurut gue yang dimaksud dari si Iblis di film ini adalah karakter-karakter yang ada di film ini sendiri yang kelakuannya mirip Iblis bahkan lebih kejam.

Pesan yang bisa disampaikan dari film ini adalah, don’t judge a book by its cover. It’s absolutely right.

Jika dilihat dari rating di IMDB The Devil All the Time mendapat nilai 7.1/10. Kritikus film di Rottantomatoes memberi skor 65% sedangkan untuk para penonton memberikan skor 81%.

Film ini sayang banget buat dilewatkan. Buat kalian penggemar Tom Holland, kalian akan dibuat terkejut dengan karakter yang dimainkannya. Disini dia terlihat sangat berbeda dari film-film sebelumnya.

 

 

 

 

Leave a Reply