Jalan-Jalan Sore di Sekitar Kuta

Pantai Kuta-Bali

Assalamualaikum, selamat siang

Aku mau cerita sedikit tentang liburan di masa PPKM ini.

Selasa, 21 September 2021. Sehabis liburan di Lombok kemarin, aku menyeberang ke Bali menggunakan kapal Ferry dari *Pelabuhan Lembar-Lombok menuju Pelabuhan Padang Bai-Bali yang ditempuh sekitaran empat jam. Berangkat siang dan sampai di Bali sore. Dari Padang Bai sewa mobil ke Kuta. Perjalanan sekitar dua jam.

*(Dapet info dadakan kalau pada saat mau pulang ke Jakarta dari Bandara Lombok, Test Antigen itu tidak berlaku, jadi harus PCR. Tes Antigen hanya dari Jakarta-Lombok saja. Waduh, efek dikejar waktu juga, besok harus kerja, jadi sengaja tidak reschedule dan mampir ke Bali)

***

Pantai Kuta-Bali

Di Bali aku hanya singgah untuk penerbangan di esok harinya, jadi jalan-jalannya hanya sebentar banget dan itu pun hanya disekitaran Kuta. Pertama kali melihat Bali di masa pandemi dalam keadaan sepi. Daerah Kuta yang biasanya crowded, penuh dengan hingar-bingar, macet sana-sini mendadak menjadi lengang. Banyak sekali toko-toko yang tutup dan bertuliskan disewakan. Ada perasaan sedih sih sebenarnya saat lihat keadaan Bali kemarin.

Meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Bali sudah menurun ke level 3, wisatawan yang datang pun tidak sebanyak biasanya. Walaupun masih terlihat lalu-lalang bule dan turis lokal di sekitaran Kuta. Kayak ada yang kurang dan feelnya itu kayak bukan Bali. Kuta lebih terlihat kayak habis ditinggali lebih dari separuh penduduknya.

Jalan Raya Legian Kuta-Bali

Disekitaran pantai Kuta pun terlihat tidak banyak wisatawan yang bermain di sana. Wisatawan lokal masih terlihat mendominasi. Pemandangan pantai Kuta masih indah seperti biasa, apalagi saat sore hari dan menjelang matahari terbenam. Cantiknya masih sama. Pantai Kuta nampak lebih bersih. Yang bermain selancar juga masih ada walau tidak sebanyak biasanya. Aku sangat menikmati berada di pantai Kuta walau sebentar. Berjalan di bibir pantai dengan bertelanjang kaki, duduk di atas pasir sambil mendengarkan debur ombak, merasakan hembusan angin laut di kulit dan melihat matahari terbenam. Self healing sih ini.

Sunset di Pantai Kuta-Bali

***

Karena hanya semalam di Bali jadi terkesan cuma untuk numpang tidur dan siangnya sudah terbang lagi ke Jakarta. Menginap di hotel dekat Tugu Peringatan Bom Bali di Jalan Legian yang masih sama sepinya. Cafรฉ dan Bar yang buka hanya dibatasi sampai pukul satu dini hari saja. Sebelum pukul Sembilan pun jalan-jalan sudah sepi. Pertokoan tutup. Walau masih ada minimarket yang buka. Sebelum balik ke Hotel aku sempatkan mampir ke Krisna untuk beli jajanan. Krisna tutup pukul Sembilan malam dan di dalam tokonya pun sepi.

Tugu Peringatan Bom Bali di Jalan Legian

Bapak supir cerita kalau di Kuta,  banyak toko-toko yang disewakan dengan harga murah, walau begitu juga tidak ada yang banyak peminatnya. Dan hotel-hotel banyak yang dijual. Setelah dijual, nama hotel itu akan diganti dengan nama yang baru. Walau lokasi tidak berbeda. Jadi di Bali, khususnya disekitaran Kuta banyak terdapat hotel baru dengan wajah lama. Itu jadi kendala buat para supir kayak bapak itu katanya. Jadi para supir banyak yang tidak tau dan sedikit kebingungan karena berubah namanya. Karena sebelumnya mereka hafal di luar kepala nama hotel-hotel di sana.

Bandara I Gusti Ngurah Rai

Di Bandara I Gusti Ngurah Rai mulai terlihat ramai, walau tidak seperti biasanya. Prosedurnya masuknya agak makan waktu. Karena ada beberapa kali pengecekan dan itu pun manual yang membuat antri Panjang. Untuk saat ini mungkin bagi yang mau ke Bali bisa datang satu atau dua jam lebih awal biar tidak antri lama.

Belum puas sih sebenarnya di Bali. Mungkin next time bisa ke Bali lagi dan bisa spend more time. Untuk saat ini nabung dulu. Semoga PPKM bisa segera berakhir dan Bali bisa seperti sediakala. Aamiin.

50 Replies to “Jalan-Jalan Sore di Sekitar Kuta”

  1. Melihat kondisi Bali terkini dari tulisan mas Beni, jujur ada rasa sedih melihat Bali yang sekarang tidak seperti Bali yang dulu. Namun, juga ada rasa senang dan bersyukur karena cukup bisa mengobati kerinduan pada Bali terutama cerita tentang kondisi pantai Kutanya, terimakasih ya mas.
    Ohya, penasaran saja hehe..mas Beni jalan-jalannya kebanyakan khusus pas malam hari saja kah saat explore Balinya(aku amati dari foto2nya๐Ÿ˜€)?
    Dan, ya..semoga kondisi bisa lebih baik untuk Bali dan semua, juga semoga aku bisa segera ke Bali lagi..yay haha๐Ÿ˜
    Terimakasih sharing jalan2nya mas Beni๐Ÿ™

  2. Sedih bacanya, padahal Bali kaya ga pernah tidur apalagi di masa-masa musim panas. Tapi baca ini, suasana Bali yang sepi jadi sedih. Tapi lebih bersih yaa pantai-pantainya.

    Whoaah kangeen Baliiii :((

  3. huwaa bersyukur yaa bisa sebentaran juga liburan lombok-bali, dan bisa mantai. Udah hampir 2 tahun aku masih ngendon aja di jakarta hhaha. Semoga pandemi cepet bisa jadi endemi dan udah bisa liburan lagi ya

  4. Mungkin selengang saat aku kuliah di tahun 90-an di Bali ya. Saat itu Kuta masih menyenangkan karena enggak banyak orang, jalanan masih lebar, belum dipenuhi hotel, toko, bar dan lainnya yang saat aku berkunjung terakhir 2018 bikin pusing kepala karena macetnyaaaa..
    Sedih, karena Bali begitu terdampak begini. Teman-temanku di sana banyak yang kehilangan pekerjaan. Yang perantau balik kampung karena ga ada lagi penghidupan.
    Semoga bisa membaik semua kondisinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.