Angin (part II)

Angin  (part II)
Kita adalah tokoh utama dalam kisah ini
Masa yang kita lewati menjadi kumpulan cerita panjang
Dalam sejarah
Ku tulis kisah kita dalam setiap lembaran-lembaran buku hati
yang tak kan pernah habis
Kenyataan
Membuatku ku harus berhenti sejenak menulis cerita ini
            Perpisahan itu selalu ada dalam setiap perjumpaan
            Angin
            Janganlah kau datang pergi dan berlalu
            Janganlah kau biarkan kisah ini
            menjadi kenangan usang yang tersimpan
            dalam kotak kayu tua tak terurus
Di tempat itu
Debu-debu masin tua menjadi saksi
Ku tahu ini bukan akhir
Karna bagian cerita yang terputus
Akan segera tersambung kembali

Angin


Angin
Kau seperti angin
Datangmu tak disangka
Semilirmu membuatku memicingkan mata
Awalnya
Ku kira kau penggaggu
Ternyata bukan
            Saat ku merasa sendiri di sini
Sepi    
Ku gerah dalam ramai
Saat itu kau melintas pelan
Ada kesejukkan
Ku hirup perlahan aroma kedatanganmu
Menenangkan
Kau menyadarkanku
Angin
Kau adalah karunia Tuhan
Kau mengajarkanku kesabaran
Angin
Sekarang ku tahu
Kau adalah sahabatku
           

Quiet


Quiet

Get caught a gaze sharply

Line of past time to come
Thick and stuffy
Wink for  a moment
Will feel an embrace
Then disappeared

Siapa pun Bisa Menjadi Penulis


Siapa pun Bisa Menjadi Penulis
Mau seperti J.K Rowling, penulis novel laris Harry Potter yang terkenal itu. Atau penulis-penulis beken negeri ini seperti Andrea Hirata, Dewi ‘Dee’ Lestari dan Raditya Dika. Kalau memang iya maka menulislah. Mereka seperti itu karena menulis. Menulis bisa dari hal-hal yang kecil dan sederhana dahulu. Seperti Raditya Dika yang memulai menulis dari Blog. Menulis cerita sehari-harinya di sekolah, di rumah maupun pada saat bersama teman-temannya. Cerita yang sederhana tetapi menarik. Tidak di sangka banyak membacanya dan suka tulisannya, gayung pun bersambut.
Kata siapa menulis itu susah. Siapa pun bisa menjadi penulis. Menulis itu adalah proses kreatif di mana kita bisa mengembangkan ide-ide dan daya imajinasi kita lebih luas lagi. Kita seperti mempunyai dunia sendiri pada saat kita menulis dan bisa lebih leluasa pada saat mengembangkan gagasan. Ide-ide gila silih berganti datang menghampiri kita minta untuk di tuangkan. Banyak yang bertanya bagaimana mengawali proses menulis. Sebetulnya gampang, apa yang ada di pikiran kita di tulis saja. Tulislah apa yang ada di benakmu. Apa saja yang ada di pikiran kamu. Kita bisa mencoba menulis tentang kegiatan sehari-hari kita. Tanpa sadar, kegiatan sehari-hari kita bisa jadi hal yang seru dan menarik.
Mulai dari bangun pagi hingga berangkat sekolah atau kampus. Belum lagi berbagai macam kegiatan kita pada saat di sekolah atau di kampus. Kejadian-kejadian seru dan tak terduga pasti sering menimpa kita. Sayang kan kalau dilewatkan kisah kita yang menarik tanpa menulisnya. Pasti ada kepuasan sendiri yang kita dapat pada saat menulis. Perasaan menjadi plong, lega dan uneg-uneg yang ada di pikiran dan hati kita pun tercurah dengan menuliskannya. Tidak perlu bakat untuk menjadi penulis. Tidak perlu genius untuk menulis dan menjadi penulis.
Mau tulisan kita di baca banyak orang dan di bayar pula? Bisa kok, kita bisa menulis cerita pendek (cerpen), artikel atau puisi dan kirim ke Majalah atau Koran. Atau mau punya buku sendiri dan di pajang di toko buku terkenal. Bisa juga, kita bisa membuat Novel dan kirim ke penerbit-penerbit. Apapun bisa kita lakukan dan mudah saja di era internet seperti ini. Tidak perlu repot-repot seperti jaman dulu yang harus bersusah payah untuk mengirim naskah ke Koran, Majalah dan Penerbit. Menulis dahulu di mesin ketik atau komputer lalu di print out dan di copy menjadi banyak kemudian di kirim satu per satu melalui pos. Butuh biaya dan usaha yang lebih tentunya.
Bandingkan dengan jaman sekarang. Kita sangat dipermudah dalam pengiriman naskah tulisan kita ke Media, baik Koran, Majalah atau pun Penerbit. Naskah yang sudah di ketik tinggal kita kirim melalui e-mail. Jika tidak punya komputer dan internet kita bisa melakukannya di rental komputer atau Warnet terdekat. Mudah bukan. Sebenarnya yang kita butuhkan hanya menulis dan konsisten serta pantang menyerah. Jika semua usaha itu kita lakukan, tak ayal mimpi-mimpi kita untuk menjadi penulis terkenal dan bestseller pun akan kita raih.
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita buat menulis, membaca itu wajib. Membaca dan menulis adalah sebuah kesatuan yang harus di miliki oleh seorang penulis. Dan jangan salah, membaca itu bisa membuat awet muda loh. Karena kita akan mendapatkan pengetahuan dan wawasan lebih yang bagus untuk tubuh dan jiwa kita. Membaca pun bisa membuat tulisan yang kita buat nanti tidak kering informasi. Bagi yang tidak suka membaca, nggak usah khawatir. Kita masih bisa menanamkan bibit-bibit membaca ke diri kita.
Mulailah dengan membaca bacaan yang kita suka seperti Komik, Majalah atau sekedar membaca status teman yang menarik di Facebookatau Twittan keren di Twitter. Di jaman yang serba canggih ini, meluangkan waktu kita untuk membaca di mana pun dan kapan pun itu tidak lagi susah. Dengan Gadgetdi tangan, kita bisa banyak tahu informasi terkini. Di dalam Bus, sambil menunggu kereta, sedang makan di Mall pokoknya every where. Jadi jangan ada alasan lagi kita tidak suka membaca atau pun tidak mempunyai waktu untuk membaca.
Begitupun menulis. Kita bisa menulis di mana saja, kapan pun dan media apa pun. Banyak cara untuk menulis. Kita bisa menulis di buku diary, komputer, Blog atau pun sekedar buat status atau ngeTweet tentang apa yang ada dipikiranmu di Social Media. Bahkan pada saat kita menunggu pun kita masih bisa menulis. Melalui Gadget atau Smart Phone yang kita punya, apa pun bisa kita lakukan, termasuk menulis. Menulislah, karena dengan menulis kita ada. Eksistensi sesorang bisa di lihat dari karya atau tulisan yang dihasilkannya. Raga ini boleh mati, tetapi tidak untu karya kita.

8 Sumber Ide untuk Bahan Tulisan


Delapan Sumber Ide Untuk Bahan Tulisan
Banyak yang bilang ide atau inspirasi itu banyak dan ada di mana-mana. Tetapi kenapa  masih banyak orang yang merasa susah mendapatkannya, atau mentok nggak ada ide pada saat mengerjakan tulisan. Tenang saja, buat kalian yang sedang risau bin galau mencari ide, simak deh delapan tips untuk mendapatkan ide-ide cemerlang buat bahan tulisan kita. Lets check these out.
1.      Pengalaman pribadi
Yup, yang pertama adalah pengalaman pribadi. Pasti kalian pernah dengar sebuah anonim yang mengatakan bahwa ‘Pengalaman adalah guru yang paling berharga.’ Betul sekali. Melalui pengalaman kita bisa mudah mendapatkan ide atau menuangkan ide cerita ke dalam tulisan. Melalui pengalaman pribadi, kita bisa jauh lebih mudah menumpahkan ide penulisan dari pengalaman yang kita alami. Karena berdasarkan pengalaman pribadi, kita jadi lebih tahu dan lebih mendalami cerita yang akan kita buat.
2.      Membaca buku
Setiap orang yang suka menulis pasti suka membaca. Membaca membuat tulisan kita kaya dan berisi. Banyak ide yang bisa kita dapat dengan membaca. Membaca bisa apa saja, seperti membaca koran, novel, majalah atau buku-buku lainnya. Jika kita ingin membuat novel, banyaklah membaca novel, dengan banyak membaca novel, kita bisa tahu bagaimana cara membuat paragraf pertama yang menarik atau bagaimana menggunakan kata-kata sebagai metafora dalam menggambarkan suasana, setiap adegan atau kejadian di novel kita. Dan apabila kita ingin membuat artikel yang bagus, banyak-banyaklah membaca koran atau majalah, biasanya di media-media tersebut terdapat banyak contoh artikel bagus yang layak untuk kita pelajari dan contoh.
3.      Menonton film
Menonton film tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan wawasan dan pengalaman yang tak terlupakan. Dengan menonton film kita bisa melihat penggambaran cerita yang lebih jelas. Penggabungan antara cerita, akting dan kualitas gambar sangat membantu kita untuk mendapatkan ide baru dan segar. Banyak sekali film yang di adaptasi dari novel. Cerita tetap menjadi kekuatan nomor satu dalam dunia perfilman.
4.      Mendengarkan musik
Musik sudah menjadi bagian dari gaya hidup kita belakangan ini. Dari musik kita bisa merefleksikan pikiran kita. Tidak hanya menghibur dan menentramkan. Musik atau lagu-lagu yang kita dengarkan pun bisa membangkitkan mood kita kembali. Dengan terciptanya mood yang bagus, pencarian ide pun menjadi lebih mudah. Setiap lirik yang terdapat dalam sebuah lagu bisa membantu kita untuk mengembangkan menjadi sebuah cerita yang menarik dan kompleks.
5.      Mendengarkan cerita teman
Sering nggak sih kita mendengarkan teman cerita atau sekedar curhat. Ternyata dari situ kita bisa mendapatkan ide cerita untuk menulis loh. Mungkin teman kita suka cerita tentang pacarnya yang  ketahuan selingkuh dengan sahabatnya. Atau berbagai kisah dari temanmu yang menurutmu menarik untuk di buat cerita. Kamu bisa ambil ide cerita itu dengan menambahkan bumbu-bumbu cerita agar lebih enak di baca.
6.      Keluar rumah, perhatikan sekitar
Sebagai penulis kita wajib peka dengan kondisi sekeliling kita, di mana ide-ide menulis melimpah ruah. Keluar rumah untuk mengamati tidak selalu hanya di sekitar rumah. Mungkin kita bisa perhatikan orang-orang di dalam bus waktu kita berangkat sekolah maupun ke kampus. Pada saat berada di sekolah atau pada saat kita sedang jalan-jalan untuk berwisata pun banyak ide berseliweran. Kita bisa mempelajari dan tahu banyak berbagai macam karakter orang. Bahkan kalau kita pergi jauh seperti keluar kota atau tempat-tempat baru yang belum pernah kita kunjungi, kita bisa mempelajari adat istiadat maupun kearifan lokal daerah tersebut. Tulisan kita akan semakin kaya dan berisi.
7.      Internet
Siapa sih yang nggak tahu internet. Bukan hanya untuk gaya hidup saja. Tetapi di jaman sekarang ini internet sudah menjadi kebutuhan kita. Terutama bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar. Dari internet kita bisa melakukan banyak hal. Dari yang hanya sekedar browsing tentang berbagai macam informasi, mendengarkan musik, menonton film dan banyak lagi. Hiburan, pendidikan, bisnis maupun bersosialisasi dari internet bisa kita lakukan. Bohong jika kita tidak mendapatkan ide dari media yang satu ini.
8.      Toilet
Mungkin terdengar nyeleneh. Tetapi banyak loh ide-ide menarik yang kita dapat pada saat kita berada di ruang kecil yang bernama toilet ini. Pada saat kamu sedang buang air sambil termenung, Biasanya ide-ide suka menghampiri. Nggak percaya, silahkan deh di coba ;).

Cermin ( Cerita Mini)


Merobek Sama Dengan Membeli
            Setelah mereka menitipkan tasnya, Abdul langsung ngeloyor pergi begitu saja meninggalkan sahabatnya yang masih dibelakang ke tempat majalah-majalah setelah memasuki sebuah toko buku terkenal, Toko Buku Gunung Galunggung. Mengambil sebuah majalah remaja Ahnekat Yess, melirik kakanan kekiri memastikan tak ada penjaganya. Setelah diperkirakan aman terkendali, Abdul langsung merobek plastik pembungkusnya dengan semangat dan hati yang berdebar – debar serta diiringi senyum percaya dirinya. Menyelipkan bungkus plastic tersebut di belakang majalah-majalah lain yang tertata rapih.
***
Gus,  nama gua kok nggak ada ya ?” Abdul memegang sebuah majalah dengan wajah heran sambil membolak-balik majalah mencari namanya.
“coba liat dul!” pinta Bagus sambil mengambil majalah yang diberikan ke Abdul.  Bagus melihat-lihat daftar nama dan ternyata memang nggak ada nama Abdul  Rozak dalam daftar pemenang undian liburan ke jepang untuk dua orang itu.
“ Kayaknya, nama lu nggak ada dul!?”
“ Coba sini majalahnya !” Abdul mengambil kembali majalah itu dari Bagus, menerawang daftar pemenang undian dengan seksama.
 Tidak ada nama Abdul Rozak tertulis di majalah tersebut sebagai pemenang undian itu. Abdul mengumpat dengan suara yang agak keras yang berakibat beberapa pengunjung toko buku  mengalihkan perhatiannya ke arah mereka, dua remaja yang masih memakai seragam putih-abu-abu. Abdul terdiam, sabtu sore ini pengunjung toko buku lumayan ramai. Bagus mencoba menenangkannya. Abdul mengikuti undian SMS berhadiah liburan ke jepang untuk dua orang yang diadakan oleh Joe-Rocks, salah satu grup band Indonesia yang beraliran jepang-jepangan yang sedang naik daun. Sudah banyak  pulsa yang dikeluarkan untuk mengikuti undian SMS tersebut dan itu membuat Abdul tidak  jajan selama sebulan. Dan ternyata dia tidak menang. Abdul nampak kelihatan kecewa dan agak stress ringan.
“ sabar dul, jangan nyerah, lu bisa nyoba ikut undian lagi nanti!”
Abdul masih terdiam, tak terpecaya dengan semua ini. Tak lama kemudian Abdul menyunggingkan senyuman, tersadar ,seakan telah terbangun dari lamunanya. Aura semangat dan kebangkitan terpancar dari dirinya.
“ yup, gua harus semangat, masak cuma kaya gini gua nyerah, kalo nyerah dan nggak tahan banting bukan Abdul Rozak namanya, betul nggak sob?!”
 Abdul menengok ke arah sahabatnya itu sambil memukulkan majalah yang di gulung ke bahu Bagus. Bagus mengelus-ngelus bahunya bekas di pukul sambil tersenyum kearahnya.
“Oke deh, sekarang kita pulang yuk, dah sore nih?”  Abdul meletakkan majalahnya dengan tenang ketempat semula.
“kok ditaruh lagi majalahnya ?”
Dengan santainya dan nggak merasa bersalah Abdul menjawab, “ emangnya kenapa? kalo gua menang gua beli tuh majalah tapi karena gua kalah, ngapain juga gua beli, lagian majalahnya mahal, duit gua tinggal buat ongkos doang nih.” Tiba-tiba Abdul menunjukkan senyum anehnya kearah Bagus sambil berkata,
“mumpung penjaganya lagi nggak ada, kita cabut aja yuk?”  Abdul menarik tangan  Bagus menuju tempat penitipan barang lalu  keluar dari toko buku. Bagus merasa tidak enak atas perbuatan kriminal ringan sahabatnya. Karena jelas-jelas tertempel stiker di rak tempat majalah-majalah yang bertuliskan  “merobek plastik sama dengan membeli”.