Review Novel Harimau! Harimau! Karya Mochtar Lubis

https://ebooks.gramedia.com/books/harimau-harimau

Selama bulan ramadhan ini aku ingin membaca beberapa novel klasik, baik yang sudah aku pernah baca atau pun yang belum. Dan yang baru saja aku selesaikan adalah novel klasik karya Mochtar Lubis, Harimau! Harimau! yang sudah sangat terkenal. Aku menyelesaikan novel ini kurang lebih seminggu karena aku membaca saat ada waktu luang dan santai. Novel ini aku pinjam di https://ipusnas.id/ dan gratis. Sila download di App Store or Google Play, koleksi buku-bukunya lumayan banyak.

Sinopsis

Novel ini bercerita tentang petualangan di belantara hutan Sumatera oleh tujuh orang petani getah damar yang terdiri dari Buyung, Wak Katok, Pak Haji, Pak Balam, Thalib, Sutan, dan Sanip. Dalam cerita ini pembaca akan dibawa masuk ke dalam luasnya hutan Sumatera yang menakjubkan dengan flora dan fauna yang sangat kaya.

Petualangan mereka mengumpulkan getah damar yang menyenangkan seketika berubah menjadi petualangan hidup dan mati. Bagaiamana tidak, seekor Harimau tua kelaparan sedang memberu mereka untuk menjadi santapan. Dibalik kejadian mengerikan tersebut menyimpan misteri tersendiri bagi tiap tokoh di novel ini.

Penggambaran tokoh-tokoh dalam cerita Harimau! Harimau! sangat bagus dan unik. Saat membaca cerita ini kita serasa diajak berpetualang masuk ke dalam hutan belantara yang indah sekaligus menyeramkan. Ketegangan, kengerian, dan rasa penasaran campur aduk dalam cerita ini.

Mochtar Lubis juga memberikan banyak pelajaran hidup dalam cerita ini. Dan banyak quotes yang bagus dan aku rasa cerita di novel ini masih sangat relevan untuk masa sekarang walau setting cerita ini adalah masa pasca kemerdekaan negara.

Ulasan aku di goodreads.

https://www.goodreads.com/review/show/4663576786?book_show_action=false&from_review_page=1

Beberapa quotes yang aku suka

“Bunuhlah dahulu harimau dalam dirimu”

“Tuhan ada, anak-anak, percayalah. Tapi jangan paksakan Tuhanmu pada orang lain; seperti juga jangan paksakan kemanusiaanmu pada orang lain. Manusia perlu manusia lain … manusia harus belajar hidup dengan kesalahan dan kekurangan manusia lain.”

“Manusia perlu manusia lain untuk melengkapi manusianya dan untuk mengembangkan kemanusiaannya.”

Review Buku Orang-Orang Bloomington Karya Budi Darma

Cover EBook Orang-Orang Bloomington

Beberapa waktu lalu aku membeli buku di Google Play Store berjudul Orang-orang Bloomington yang merupakan buku antologi atau kumpulan cerita dari penulis senior Indonesia almarhum Budi Darma. Setelah membaca sample cerita pendek berjudul Orez di Google Play Books akhirnya aku memutuskan untuk membeli Ebook di Google Play Store dengan harga terjangkau disbanding dengan buku cetak. Saat itu aku juga mendapat diskon, dan beli buku digital di Google Play Store memang lebih menguntungkan karena banyak diskonnya.

Ada tujuh cerpen yang mengambil lokasi cerita di kota Bloomington, Indiana, Amerika Serikat. Setiap cerita yang disajikan menarik dengan penggambaran kota yang detail, kehidupan masyarakatnya seperti apa dengan sudut pandang cerita yang beragam yang diambil dari tujuh cerpen tersebut. Setiao cerita memiliki keunikan masing-masing, seperti

Laki-Laki Tua Tanpa Nama

Cerita Pertama dari Orang-Orang Bloomington

Bercerita mengenai seorang mahasiswa yang menyewa sebuah kamar di rumah seorang perempuan tua yang bersikap agak aneh. Bertetangga dengan orang-orang tua yang memiliki kebiasaan unik hingga munculah seorang lelaki tua misterius yang menyewa kamar tidak jauh dari si mahasiswa. Anehnya lelaki tua itu selalu membawa senjata api yang menimbulkan kecurigaannya.

Joshua Karabish

Di cerpen kedua ini menceritakan tentang seorang mahasiwa yang dihantui rasa bersalah dan kegalauan karena telah mengambil dan membaca puisi roommate-nya lalu diikutkan ke sebuah kompetisi puisi yang ternyata menang dan menggunakan uangnya untuk kepentingan pribadinya.

Keluarga M

Keluarga M bercerita tentang seorang pria lajang yang tinggal di sebuah apartemen yang mayoritasnya berisikan pasangan suami-istri atau keluarga kecil dengan satu atau dua anak. Konflik yang disajikan di cerita ini bermula ketika seorang kakak-adik yang dilihatnya di parkiran menggoreskan mobilnya dengan paku yang membuatnya marah besar.

Orez

Sepasang suami-istri bahagia dari keluarga menengah yang tinggal di sebuah apartemen dengan lingkungan yang menyenangkan, mengalami perubahan hidup yang mempengaruhi kejiwaan mereka berdua setelah kelahiran putra pertamanya yang Bernama Orez.

Yorrick

Kisah seorang pemuda yang jatuh cinta pada seorang gadis yang tinggal tidak jauh dari kosannya. Cinta buta membuat dia harus memutuskan pindah ke kosan yang dekat dengan gadis itu demi mengenal lebih dekat dengannya. Hadirnya seorang teman kosan yang awalnya diharapkan bisa membantunya dekat dengan gadis itu malah berujung menyedihkan.

Ny. Elberhart

Seorang nenek sebatang kara yang tinggal di sebuah rumah besar membuat hidup seorang pemuda berubah. Kisah yang absurd tapi mengandung simpati. Dua orang kesepian yang saling curiga lambat laun menjadi dekat dan saling menceritakan kisah hidupnya.

Review dari Para Penulis

Charles Lebourne

Tentang seorang laki-laki perfeksionis yang tinggal disebuah apartemen sederhana. Dia merasa terganggu oleh sorot sebuah cahaya lampu dari sebuah kamar apartemen sebelah yang mengarah ke kamarnya. Pada suatu hari dia mendatangi kamar tersebut dan dia menemukan fakta lain dibalik itu.

Kumpulan cerita yang disajikan sangat humanis dan agak nyeleneh. Sedikit gambaran hidup orang-orang diseberang benua yang asyik untuk dinikmati. Semua cerita yang dihadirkan membuat aku terkesan. Lelaki Tua Tanpa Nama, Orez, dan Keluarga M menjadi cerita yang paling menarik, berkesan, dan merenung.

Review Buku Sumur dari Eka Kurniawan

Cover buku SUMUR
Sumur

Buku baru dari penulis Eka Kurniawan yang baru aku baca adalah Sumur. Buku yang bisa diselesaikan hanya dengan lima sampai sepuluh menit ini adalah cerita pendek. Dan isi bukunya hanya itu saja. Jadi bukunya lumayan tipis. Dan bukunya kecil, semacam buku saku. Cover dan desainnya bagus, karena ada ilustrasinya. Buku ini terdiri dari lima puluh halaman.

Jadi buku ini bercerita tentang seorang pemuda-pemudi kasmaran bernama Toyib dan Siti yang tinggal di sebuah desa asri. Entah kenapa desa tersebut banyak mengalami kesukaran pasca meninggalnya seorang warga akibat perkelahian. Bencana alam silih berganti menimpa desa tersebut yang membuat mereka harus kesusahan mendapatkan air bersih, bahkan harus mengambilnya ke sebuah sumur tua di atas bukit yang merupakan sumur satu-satunya yang tersisa.

Cover dan desain buku Sumur
Cover buku SUMUR

Dari sanalah muasal cerita di buku ini. Tragedi demi tragedi berdatangan. Gambaran tentang hidup itu terasa suram dan pedih dalam cerita ini. Dan realitanya memang seperti itu. Dan endingnya cukup mencengangkan. Cerita Pendek ini bertemakan Climate Change atau perubahan iklim yang menimpa bumi. Dan epiknya dibalut dengan cerita romance.

Oh ya, cerita pendek ini masuk ke dalam nomine Man Booker International Prize 2016 dan peraih Prince Claus Laureate 2018. Dan pertama kali terbit dalam bahasa Inggris di antologi Tales of Two Planets dengan judul “The Well” yang diterbitkan oleh Penguin Books pada tahun 2020.

Cantik itu Luka dan Kisah-Kisah Absurd yang Tragis

Jika ditanya buku yang paling berkesan buat saya adalah saya pasti jawab Cantik itu Lukanya Eka Kurniawan. Buku-buku yang saya baca kebanyakan memang fiksi, seperti novel, kumpulan cerpen dll. Sebenarnya saya juga suka novel-novelnya dari penulis lain, seperti Haruki Murakami, Leo Tolstoy, Dee, Paulo Coelho dan masih banyak lagi.

Tetapi entah kenapa novel Cantik itu Luka ceritanya sangat berkesan sekali buat saya. Dari plotnya, karakter-karakter yang dibuatnya dan ceritanya juga agak ‘menyentil’ buat kita. Entah kenapa saya suka cerita yang bergaya realism dan surrealism. Kayak membawa kita untuk berpikir out of the box. Dan tidak membatasi imajinasi tetapi sarat makna dan agak tersirat. Agak aneh, nyeleneh tapi masuk di akal juga.

Seperti cerita yang dihadirkan oleh Eka Kurniawan dalam Cantik itu Luka. Cenderung berani dan apa adanya. Dan dari kisah ini saya bisa melihat sedikit gambaran wajah negara kita tempo dulu, culture yang memang apa adanya. Semua diceritakan dengan berani, tanpa ada ditutupi dan dimanis-manisin. Jadi gaya cerita dari Eka Kurniawan itu bisa sekeren itu. Dan ini berlaku untuk semua buku-bukunya.

Cantik itu Luka bercerita tentang seorang Wanita cantik yang dulunya adalah seorang pelacur, dia mati dan kemudian bangkit dari kuburnya untuk menceritakan kisah tragedi yang menimpa keluarganya. Dari awalnya saja kita sudah dibuat aneh dengan alur ceritanya. Tetapi setelah dibaca terus dan terus, ceritanya tidak sesederhana itu. Dan cerita yang terkesan absurd, tidak mungkin bisa mungkin di cerita ini dan kita seakan diajak berpetualang ke masa lampau di mana negara kita masih ‘terjajah’ dan mulai ‘merdeka’.

Buku setebal kurang lebih lima ratus halaman tidak akan terasa membosankan. Karena kita disuguhkan cerita yang ‘beda’ dan bahkan ada selipan sejarahnya juga tentang negeri kita yang tidak pernah ada di buku pelajaran sekolah. Jika ditanya buku apa yang berkesan buat saya, mungkin saya akan menjawab yaitu novel Cantik itu Luka dari Eka Kurniawan, salah satunya. Karena kebetulan yang muncul di kepala saya waktu menulis ini ya novel itu, Cantik itu Luka.

Review Buku Dongeng Calathea: Buku Antologi Bareng FLP Bekasi

Assalamualaikum wr. wb

みなさん。こんにちは。

Bulan mei lalu, buku antologiku berjudul Dongeng Calathea yang ditulis bareng teman-teman FLP (Forum Lingkar Pena) Bekasi terbit. Ada satu cerpenku, “Kucing Belang Tiga” yang nyangkut di sana. Buku kumpulan cerpen ini bertemakan Keluarga. Ada 12 cerita pendek yang ditulis oleh 12 penulis FLP Bekasi. Cerita yang ditulis oleh teman-teman FLP Bekasi beragam, karena ditulis dari sudut pandang berbeda pula, dan tema keluarga itu juga luas, jadi akan banyak cerita yang bisa diangkat.

Judul Buku                 : Dongeng Calathea

Tanggal Terbit            : Mei 2021

ISBN                           : 978-623-934-009-4

Bahasa                        : Indonesia

Penerbit                      : YMA Publisher

“Andai kita bisa memilih dari keluarga mana kita dilahirkan, pasti gue nggak begini, Sam. Dan yang elo lihat di sosial media itu seringkali berbeda dari realitanya.”

Kucing Belang Tiga (Beni Ananto)

“Mintalah pada Yang Maha Punya. Cinta dan logika tidak cukup untuk memutus hubungan yang Abadi.”

Segelas lagi Kusambangi (Wahyu Rahmawati)

“Cari pasangan tak harus PNS, Tak harus santri. Yang penting ia paham agama, orang yang baik akhlaknya.”

Lebih dari Rindu (Nurul Faizah)

“Apabila ibu telah tiada, bapak menjadi surga terdekat kita, hendaklah kita tak boleh menyia-nyiakannya.”

Keringat Anak Sulung (Endri Prasetyo)

Review Buku The Night Painting and Other Stories: Buku Solo Pertama Saya

Assalamualaikum wr. wb

みなさん。こんにちは。

Kali ini saya mau review sedikit mengenai buku solo saya yang sudah terbit. Sebenarnya buku ini terbit September tahun lalu, dan saya belum sempat buat review di blog, entah lupa, lagi banyak kerjaan atau terserang virus malas. Alhasil baru hari ini saya buat sedikit reviewnya. Hehe

Jadi, buku ini adalah kumpulan cerpen saya yang pernah ditulis di wattpad, bisa coba di cek di sini. https://www.wattpad.com/804657448-the-nightmare-stories-completed-gang

instagram @guepedia

Waktu itu saya punya ide untuk membukukan antologi cerpen horor ini. Jadi saya mau terbitkan secara indie, dan nanti bukunya saya bagikan ke teman-teman saya. Ada lima cerpen yang ada di buku ini dengan tema horor yang beragam. Seperti, horor, thriller, supranatural, suspense, slasher yang saya buat di tiap ceritanya. Jika kalian memiliki naskah tulisan dan ingin menerbitkan secara indie bisa coba di penerbit ini. Untuk jumlahnya bebas, tidak dibatasi. Buku kita juga dibantu promosiin di market place (shopee, Tokopedia), Instagram: @guepedia dan di websitenya guepedia.com.

Judul Buku                  : The Night Painting and Other Stories

Tanggal Terbit            : September 2020

ISBN                           : 978-623-281-561-2

Bahasa                         : Indonesia

Penerbit                       : Guepedia

Mungkin itu saja sedikit review buku saya ありがとうございます。さようなら 。