Ada apa dengan Juli?

Memandang Langit Barat Jakarta

Selamat pagi, good morning, ohayou…

Welcome home, Ben.

(Sekeras apapun elu meninggalkan dunia tulis-menulis, sekeras itu pula elu melakukan hal yang sia-sia.)

Menulis itu sudah menjadi bagian dalam hidup elu, tidak menulis artinya elu mati.

Dan hari ini elu balik lagi menulis setelah dunia kerja yang baru elu menyita perhatian elu begitu kuat.

Bulan Mei dan Juni 2022 mungkin menjadi bulan yang berat menurut elu, tapi sedikit demi sedikit elu mulai bangkit lagi.

Awareness terhadap apa yang sedang elu kerjakan. So I was realized that my life now it’s so unhealth. Kerjaan yang sekarang jangan membuat kehidupan elu hanya di lingkup itu saja.

Juni terasa melelahkan. I was very exhausted, and forgot something important in my life, time to write.

Dan Juli datang. Gua nggak akan kembali menulis lagi. Hidup tanpa menulis itu seperti seseorang yang pergi tanpa tujuan. Luntang-lantung tak tau arah.

Ada banyak yang mau gua ceritain di bulan Juli ini, dan tentang pertimbangan-pertimbangan yang harus gua ambil. Keputusan yang harus gua putuskan sesegera mungkin.

Berharap besok akan baik-baik saja, masa lalu akan kembali dan bisa diperbaiki, terasa seperti sedang memukul angin.

Harimu adalah hari ini, lakukan yang terbaik karena besok belum tentu akan datang kembali.

Hey Ben, you are so amazing. Believe in yourself and the universe will always help you.

Mendaki Gunung Rinjani Lombok-Nusa Tenggara Barat Lewat Jalur Sembalun-Torean (Bagian 2)

Jalur Torean

Melanjutkan cerita sebelumnya, Mendaki Gunung Rinjani Lombok-Nusa Tenggara Barat Lewat Jalur Sembalun-Torean (Bagian 1) saat saya dan teman-teman mendaki Gunung Rinjani Lombok-Nusa Tenggara Barat lewat jalur Sembalun-Torean yang menguras tenaga.


Setelah turun dan belum berkesempatan menduduki puncak gunung Rinjani, saya dan tiga orang lainnya kembali ke tenda yang dijaga oleh porter.


Karena masih pagi, dan belum masuk jam 8, Bapak porter yang memang stand by di basecamp Plawangan Sembalun terlihat sedang sibuk memasak sarapan.


Kami membantu agar cepat selesai karena rencananya jam 12 kami akan langsung beres-beres dan lanjut ke danau Sagara Anak. Karena kami juga harus menunggu satu orang teman kami yang berhasil muncak turun dulu.


Perkiraan kami dia sampai ke basecamp siang. Jadi kami pun membantu untuk merapihkan barang-barangnya biar nanti bisa segera berangkat tanpa harus menunggu lama.

Jam 1 siang kami turun menuju danau Sagara Anak. Kasihan teman yang baru datang, istirahat sebentar, dan harus berangkat turun lagi. Gambaran seorang Wonder Woman in real life ada di dia. Dia adalah seorang Yogi, dan ibu dari tiga orang anak. Luar biasa.


Jalur yang kami lewati masuk ke dalam jalur torean. Jalur yang menurun, berbatu, dan belum ada banyak perbaikan.


“Kalau cuaca cerah, kita bisa sampai ke danau kira-kira sekitar 3 jam. Jalurnya turunan, belum banyak yang lewat Torean, baru juga dibuka tahun lalu.” kata Pak Porter.

Setelah menyusuri jalur yang panjang menurun terjal, berbatu, dan diselingi padang savana, akhirnya kami sampai di danau Sagara Anak sekitar jam 5 sore. Perjalanan yang kami tempuh sekitar 4 jam lebih.


Di pinggiran danau Sagara Anak sudah banyak tenda tertancap. Rencana kami bermalam sehari di sini dan lanjut berangkat pagi. Sesampainya di Danau, Saya, Yusuf, dan Lauren memancing ikan di danau Sagara Anak.


Hanya bermodal benang kenur yang kami minta dari orang yang sedang memancing, dan memberi umpan roti tawar yang kami bawa. Ikan yang kami dapat banyak sekali, lumayan buat makan malam kami berlima. Ikannya segar dan enak walau digoreng dengan bumbu seadanya.

Memancing di Danau Sagara Anak


Selesai makan malam, kami berempat pergi ke hot spring (kolam air panas) yang berada tidak jauh dari danau Sagar Anak. Di sana sudah banyak orang yang berendam.

Malam ini cerah, dan terang bulan. Walau kondisi pemandian air panas minim cahaya, saya masih bisa sedikit melihat ada beberapa kolam air panas alami di sana.


Sesampainya berendam, kami segera bergegas menuju tenda untuk istirahat. Di pinggir bibir danau sudah ada banyak orang yang sedang melakukan ritual. Menurut informasi mereka adalah suku sasak Lombok yang beragama hindu. Suara lonceng dan rapalan doa yang dilantunkan mereka memecahkan keheningan malam.


Ritual itu berhenti menjelang fajar. Dan pagi harinya, terlihat sisa-sisa sesajen bekas ritual dan sebagian ada yang dilarung ke danau.

Pagi harinya kami memancing kembali untuk sarapan. Dan kami menangkap ikan seperlunya karena kalau pagi rasanya kurang enak kalau makan besar.


Setelah sarapan selasai, dan beres-beres, jam 9 pagi kami melanjutkan perjalanan kembali. Perjalanan akan memakan waktu sekitar seharian.


“Kalau cuaca cerah, terus jalannya cepat dan tidak banyak istirahat, kita bakal sampai di pos 1 Torean jam 5 sore.” jelas Pak porter. Panas dingin saya mendengarnya, lama juga ternyata.


Setelah satu jam jalan melewati jalan yang menurun dengan jalur yang dikelilingi savana saya optimis untuk bisa tepat waktu. Memasuki dua jam perjalanan dan seterusnya.

Ternyata jalannya banyak yang rusak. Penuh batu-batuan dan dikelilingi jurang yang luar biasa dalam kayak nggak ada ujungnya.


Keamanan minim. Cuma ada sutas tali nempel di dinding. Kami jalan menyisir dengan lebar jalan hanya 1 meter yang di bawahnya jurang. Ngeri-ngeri sedap.

Jalur berikutnya bukan menurun, tapi turun-naik gunung yang saya sendiri sudah tidak tau berapa kali anak-anak bukit dan gunung yang sudah didaki dan diturunin.


Ditambah lagi ada adegan panjat tebing dan menuruni tebing dengan bantuan tali yang seadanya. Di sepanjang jalur perjalanan terdapat banyak mata air dan sungai.

Jadi untuk urusan air, tidak akan terkendala. Jalur torean itu persis kayak lirik lagu film kartun Ninja Hatori. “Mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah…,”

Jalur Torean


Buat pendaki yang mau santai nanjaknya sambil menikmati pemandangan, recommended sih jalur torean ini.

Tapi bagi yang nggak terlalu suka medan yang extrim, jalur ini kurang cocok. Karena ada beberapa pendaki yang sampe bermalam di sini, sudah malam tapi masih belum sampai.

Dan jarang terlihat pendaki lewat sini juga. Tetapi pemandangan yang bisa kita lihat sangat sangat indah. Ada penampakan air terjun juga yang tinggi banget. Juara sih kalau soal lanskap indahnya jalur Torean.


Di pos 1 ada banyak tukang ojek. Saran saya mending naik ojek. Karena dari pos 1, kita masih harus jalan lagi kurang lebih 1 km dengan jalur mirip hutan yang masih alami.


Karena sudah jam 6 saat itu, kami memutuskan naik ojek untuk sampai ke basecamp. Karena sebelumnya juga sudah hujan dari jam 4 sore.***

Di Tepi Jurang Air Terjun Penimbungan

Review Novel Harimau! Harimau! Karya Mochtar Lubis

https://ebooks.gramedia.com/books/harimau-harimau

Selama bulan ramadhan ini aku ingin membaca beberapa novel klasik, baik yang sudah aku pernah baca atau pun yang belum. Dan yang baru saja aku selesaikan adalah novel klasik karya Mochtar Lubis, Harimau! Harimau! yang sudah sangat terkenal. Aku menyelesaikan novel ini kurang lebih seminggu karena aku membaca saat ada waktu luang dan santai. Novel ini aku pinjam di https://ipusnas.id/ dan gratis. Sila download di App Store or Google Play, koleksi buku-bukunya lumayan banyak.

Sinopsis

Novel ini bercerita tentang petualangan di belantara hutan Sumatera oleh tujuh orang petani getah damar yang terdiri dari Buyung, Wak Katok, Pak Haji, Pak Balam, Thalib, Sutan, dan Sanip. Dalam cerita ini pembaca akan dibawa masuk ke dalam luasnya hutan Sumatera yang menakjubkan dengan flora dan fauna yang sangat kaya.

Petualangan mereka mengumpulkan getah damar yang menyenangkan seketika berubah menjadi petualangan hidup dan mati. Bagaiamana tidak, seekor Harimau tua kelaparan sedang memberu mereka untuk menjadi santapan. Dibalik kejadian mengerikan tersebut menyimpan misteri tersendiri bagi tiap tokoh di novel ini.

Penggambaran tokoh-tokoh dalam cerita Harimau! Harimau! sangat bagus dan unik. Saat membaca cerita ini kita serasa diajak berpetualang masuk ke dalam hutan belantara yang indah sekaligus menyeramkan. Ketegangan, kengerian, dan rasa penasaran campur aduk dalam cerita ini.

Mochtar Lubis juga memberikan banyak pelajaran hidup dalam cerita ini. Dan banyak quotes yang bagus dan aku rasa cerita di novel ini masih sangat relevan untuk masa sekarang walau setting cerita ini adalah masa pasca kemerdekaan negara.

Ulasan aku di goodreads.

https://www.goodreads.com/review/show/4663576786?book_show_action=false&from_review_page=1

Beberapa quotes yang aku suka

“Bunuhlah dahulu harimau dalam dirimu”

“Tuhan ada, anak-anak, percayalah. Tapi jangan paksakan Tuhanmu pada orang lain; seperti juga jangan paksakan kemanusiaanmu pada orang lain. Manusia perlu manusia lain … manusia harus belajar hidup dengan kesalahan dan kekurangan manusia lain.”

“Manusia perlu manusia lain untuk melengkapi manusianya dan untuk mengembangkan kemanusiaannya.”

Good Bye My Lovely Cat

Rebecca and Her Kittens

Her name is Rebecca

She is Rebecca, a girlish and lovely stray cat at my boarding house who has been gone. She and her kittens (four Kittens) were moved to a traditional market by the landlady and her crew. I knew it was a difficult choice. Because the boarding house is full now. And they will disturb here. Her kittens often pissed and pup around here. And it was very disgusting. Many reasons for lifting them.

The landlady’s plan for the first was just to move the kittens, but I suggested to her that it would cruel because the kittens’ age is just a month and they still need her mom. I asked her to bring their mom too, it was no big deal right. In the end, it happened. Last night, they moved Rebecca and her kittens to the traditional market. I am sad but have no choices. Like dilemma for me.

Besides it, I believe that it was the right choice. Because the market is the right place too. There is a shelter for stray cats. I had been seen before. Many stray cats there. Sometimes I worry about it, because of the location near garbage trucks.  But I saw the people around them care about the cats. So, I hope there are no bad things to the stray cats there.

I forget something, Rebecca has been fourth time giving birth here. And the landlady always moved the kittens after a month here. It happened many times. That’s why I asked to her for moved Rebecca too last night. Currently, Rebecca is pregnant too.

The Emotional Moments

Join Video Call

I met her (Rebecca) for the first time when she suddenly came to the boarding house and I feed cat food her. It was 2 years ago before Aska my stray cat too was gone. She was like changed his position at my boarding. I love them so much, and now they don’t here again. I always miss them. Many memories and moments with her. She often makes me happy when I am upset, bored, and bad mood. She is always here.

I always buy her cat food every month. Yes, I have a budget for her. And when one by one my friends at my boarding house are gone. Sometimes I feel lonely. How lucky, there is Rebecca here. Feeding, petting, playing with her is like something that makes me happy. And I forget about alone. But now, she is gone.

Aska is Fatboy

Hello Morning, Welcome Hopes

Morning Vibes

Morning vibes are always wonderful. I am waiting for the dawn. The morning will be broken and the hope comes. I count blessing from God, it can’t. Having sat and thinking about fears, worrying, and unpredictability of the future. I am realizing that it is the source of disaster in life. For now, stop being stupid to think about something which happened yet. It’s ridiculous.

Life began now, not tomorrow or the future. Just focus on what you have to do today. I heard that what you have done today will decide your tomorrow and the future. Allah always helps you, so don’t worry about the future.

I remember a line of the song of JKT48, Fortune Cookie,

Yang mencinta, Fortune Cookie. Masa depan tidak akan seburuk itu…” and also

Janganlah menyerah dalam menjalani hidup. Akan datang keajaiban yang tak terduga…

Review Buku Orang-Orang Bloomington Karya Budi Darma

Cover EBook Orang-Orang Bloomington

Beberapa waktu lalu aku membeli buku di Google Play Store berjudul Orang-orang Bloomington yang merupakan buku antologi atau kumpulan cerita dari penulis senior Indonesia almarhum Budi Darma. Setelah membaca sample cerita pendek berjudul Orez di Google Play Books akhirnya aku memutuskan untuk membeli Ebook di Google Play Store dengan harga terjangkau disbanding dengan buku cetak. Saat itu aku juga mendapat diskon, dan beli buku digital di Google Play Store memang lebih menguntungkan karena banyak diskonnya.

Ada tujuh cerpen yang mengambil lokasi cerita di kota Bloomington, Indiana, Amerika Serikat. Setiap cerita yang disajikan menarik dengan penggambaran kota yang detail, kehidupan masyarakatnya seperti apa dengan sudut pandang cerita yang beragam yang diambil dari tujuh cerpen tersebut. Setiao cerita memiliki keunikan masing-masing, seperti

Laki-Laki Tua Tanpa Nama

Cerita Pertama dari Orang-Orang Bloomington

Bercerita mengenai seorang mahasiswa yang menyewa sebuah kamar di rumah seorang perempuan tua yang bersikap agak aneh. Bertetangga dengan orang-orang tua yang memiliki kebiasaan unik hingga munculah seorang lelaki tua misterius yang menyewa kamar tidak jauh dari si mahasiswa. Anehnya lelaki tua itu selalu membawa senjata api yang menimbulkan kecurigaannya.

Joshua Karabish

Di cerpen kedua ini menceritakan tentang seorang mahasiwa yang dihantui rasa bersalah dan kegalauan karena telah mengambil dan membaca puisi roommate-nya lalu diikutkan ke sebuah kompetisi puisi yang ternyata menang dan menggunakan uangnya untuk kepentingan pribadinya.

Keluarga M

Keluarga M bercerita tentang seorang pria lajang yang tinggal di sebuah apartemen yang mayoritasnya berisikan pasangan suami-istri atau keluarga kecil dengan satu atau dua anak. Konflik yang disajikan di cerita ini bermula ketika seorang kakak-adik yang dilihatnya di parkiran menggoreskan mobilnya dengan paku yang membuatnya marah besar.

Orez

Sepasang suami-istri bahagia dari keluarga menengah yang tinggal di sebuah apartemen dengan lingkungan yang menyenangkan, mengalami perubahan hidup yang mempengaruhi kejiwaan mereka berdua setelah kelahiran putra pertamanya yang Bernama Orez.

Yorrick

Kisah seorang pemuda yang jatuh cinta pada seorang gadis yang tinggal tidak jauh dari kosannya. Cinta buta membuat dia harus memutuskan pindah ke kosan yang dekat dengan gadis itu demi mengenal lebih dekat dengannya. Hadirnya seorang teman kosan yang awalnya diharapkan bisa membantunya dekat dengan gadis itu malah berujung menyedihkan.

Ny. Elberhart

Seorang nenek sebatang kara yang tinggal di sebuah rumah besar membuat hidup seorang pemuda berubah. Kisah yang absurd tapi mengandung simpati. Dua orang kesepian yang saling curiga lambat laun menjadi dekat dan saling menceritakan kisah hidupnya.

Review dari Para Penulis

Charles Lebourne

Tentang seorang laki-laki perfeksionis yang tinggal disebuah apartemen sederhana. Dia merasa terganggu oleh sorot sebuah cahaya lampu dari sebuah kamar apartemen sebelah yang mengarah ke kamarnya. Pada suatu hari dia mendatangi kamar tersebut dan dia menemukan fakta lain dibalik itu.

Kumpulan cerita yang disajikan sangat humanis dan agak nyeleneh. Sedikit gambaran hidup orang-orang diseberang benua yang asyik untuk dinikmati. Semua cerita yang dihadirkan membuat aku terkesan. Lelaki Tua Tanpa Nama, Orez, dan Keluarga M menjadi cerita yang paling menarik, berkesan, dan merenung.