5 Alasan Drama Korea Replay 1988 Wajib Dijadikan Tontonan Kalian

Bagi kalian yang ingin memulai nonton drama korea (Drakor) tapi bingung mau nonton apa, cobalah nonton Replay 1988. Drakor yang bersetting tahun 1988 ini pertama kali tayang tahun 2015. Di tahun 2020 drakor ini sempat heboh kembali karena banyak orang yang membicarakannya dan sempat beberapa kali menjadi trendic topic di twitter.

Tidak heran memang, karena pada saat penayangannya Replay 1988 sempat menjadi juara di negara asalnya dan mengalahkan drakor yang tayang pada tahun yang sama. Replay 1988 juga menjadi salah satu drakor yang wajib ditonton bagi para pecinta drakor atau kalian yang ingin memulai menonton drakor di masa pandemic ini

Berikut ini adalah lima alasan Replay 1988 wajib ditonton oleh kamu yang ingin memulai menonton drakor:

  1. Cerita yang Sederhana tapi Sarat Makna
Sumber: eukybearlovesdrama.wordpress.com

Bercerita tentang lima anak yang bersahabat sejak kecil yang tinggal di Ssangmun-dong, Distrik Dobong, Seoul Utara. Ada Deok Sun tokoh perempuan yang ceria dan sering melakukan hal-hal konyol, Jung Hwan si cuek dan kaya, Sun Woo si tampan yang dewasa, Dong Ryok si kocak yang konyol dan Taek si pendiam nan jenius atlit Baduk atau Go internasional. Tokoh di serial ini tidak hanya mereka, tetapi banyak sekali. Ada Sun Bora, kakak Deuk Sun yang cerdas tetapi terkenal galak. Ada Mrs. Cheetah ibu dari Jung Hwan ketua geng emak-emak dan masih banyak lagi.

2. Tema yang Kaya (Persahabatan, Keluarga, Percintaan dan Keseharian)

Replay 1988 sebenarnya tidak hanya menceritakan tentang persahabatan atau melulu tentang percintaan, tetapi lebih kompleks lagi. Walaupun begitu penyampaian dalam serial ini sederhana jadi bisa dinikmati oleh siapa saja.

Seperti membahas tema keluarga, bagaimana kehidupan bertetangga di korea selatan pada saat itu yang ternyata relate dengan yang ada di Indonesia. Ada juga membahas personal dari tokoh-tokoh di sini yang ternyata karakter mereka tidak hadir begitu saja, tetapi memang terbentuk karena ada suatu alasan. Pepatah yang mengatakan everything happens for a reason itu memang benar. Tidak ada tokoh yang sia-sia di serial ini. Semua jelas dan pembagian porsinya seimbang.

3. Replay 1988 Drama Korea yang Sempurna dari Segala Aspek

Replay 1988 bersetting di tahun 1988. Penggambaran lokasi, suasana, barang-barang yang digunakan, dan segala penunjang agar terlihat tahun 1988 itu detail sekali dan sempurna. Kita tidak akan menyadari jika itu sebenarnya diambil di tahun 2000an. Kita bisa melihat dari perabotan, acara TV atau Radio yang lagi tren saat itu, Film atau aktor yang lagi hits pada jaman itu, hingga logo brand elektronik kebanggan Korea Selatan GoldStar atau sekarang dikenal dengan LG.

4. Cerita yang Kaya Menghadirkan Bermacam Emosi

Sumber: aminoapps.com

Cerita yang disajikan juga sukses membuat penonton dibawa keberbagai macam emosi. Penonton bisa dibuat tertawa karena kekonyolan tokoh yang dibawakan secara natural dan tidak berlebihan. Tetapi di lain waktu penonton juga akan merasakan kesedihan karena masuk kedalam permasalahan si tokoh yang dalam dan beragam. Penonton juga bisa dibawa merasakan rasa kesal, sebal, dan jatuh cinta sama tiap tokoh-tokohnya.

Backsound suara kambing mengembik saat ada adegan lucu berhasil membuat penonton tertawa dan pas takarannya. Ditambah kehadiran Original Soundtrack (OST) yang mengiringi membuat setiap scene yang mengaduk emosi bertambah ambyar, dan yang konyol menjadi ‘ancur’, seperti Youth dari Feel Kim, Hyehwadong (or Ssangmundong) dari Park Boram, Don’t Worry dari Juck Lee dan masih banyak lagi

5. Ditonton oleh Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra

Sumber: Medium

Rangga dan Cinta aka Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra juga menonton serial Replay 1988 di masa pandemic ini. Dian pernah di wawancarai dalam chanel youtube tempo.com bersama Leila Chudori menceritakan kesukaannya dengan serial Replay 1988 yang relate dengan kehidupannya pada saat itu yang masih duduk dibangku SD.

“Dan yang menarik adalah kompleksitasnya itu nggak cuma about love story, atau geng ini aja, tapi juga geng orang tuanya. Jadi kayak ada dua generasi. It’s like hitting several species in one dengan satu batu gitu loh, jadi kayak elo nabok berapa burung dalam satu lemparan batu ya. Jadi kayak, Wah, ini gila sih. Jenius banget.”

Dian pun merekomendasikan Replay 1988 ke sahabatnya Nicholas Saputra dan langsung suka di episode pertamananya.

Sumber: Medium

Saat ini Replay 1988 sudah tersedia di Netflix. Jadi bagi yang mau menonton tidak perlu lagi repot-repot download di situs illegal. Tinggal duduk atau rebahan dan nikmati serialnya yang berjumlah 20 episode dengan durasi sekitar 1 jam setengah per episode . Siap-siap bakal susah Move on ya.

6 Komentar

  1. Permalink

    Good day! Do you know if they make any plugins to protect
    against hackers? I’m kinda paranoid about losing everything I’ve worked hard on. Any suggestions?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *