Belajar Bahasa Jepang Online di Masa Pandemi

Assalamualaikum wr. wb

みなさん。こんにちは。

Di tengah pandemi corona yang tidak menentu. Jungkir-balik rasanya dunia ini. Bertahan dan berdamai dengan keadaan adalah kata yang dirasa pas untuk bisa tetap berjalan di hari-hari yang terasa berat. Ada banyak cara yang dilakukan orang-orang agar tetap menjaga jiwa dari kewarasan, seperti melakukan hobi. Ada yang memelihara cupang, berkebun, nonton film, bersepeda, ikut kursus atau seminar online dan lain sebagainya.

Saya sendiri pilih untuk mengisi dengan mengikuti seminar dan pelatihan online. Mengambil kursus online Bahasa Jepang salah satunya. Selama pandemi ini saya jadi lebih banyak berpikir dan merenung. Saya teringat, dulu saya pernah punya keinginan untuk bisa Bahasa Jepang dan pergi ke sana. Dulu juga saya pernah belajar Bahasa Jepang di kampus selama dua semester. Tapi semenjak lulus kuliah, dan bekerja, semua itu seakan menguap.

Minna No Nihongo I みんなの日本語 I

Semenjak itu saya menjadi tersadar. Mungkin saat inilah waktu yang tepat untuk membangun mimpiku lagi. Target saya untuk sementara N4. Dan saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya dari bulan Mei. Seperti membeli text book Minna No Nihongo I みんなの日本語 I dan Kanji Card N5 untuk persiapan. Tidak lupa saya belajar Hiragana-Katakana, persiapan sebelum masuk kelas. Padahal saya juga belum daftar di tempat kursus manapun. Untuk persiapan saja.

Tidak lama berselang, saya dapat informasi tentang tempat belajar Bahasa Jepang dari seorang teman. Wah, pucuk dicinta ulam pun tiba. Saya pun cari tau lebih lanjut. Alhasil bulan Juni lalu saya sudah mulai belajar Bahasa Jepang hingga sekarang. Dan ternyata tidak semudah itu belajar Bahasa Jepang. Menurut saya ini lebih butuh perjuangan lebih daripada belajar Bahasa Inggris. Hehe

Kanji Card N5

Pertama harus belajar aksaranya seperti, Hiragana, Katakana, dan Kanji yang jumlahnya ribuan. Struktur kalimatnya agak berbeda dari Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dan masih banyak lagi. Meskipun begitu, jika kita sudah niat dan tau tujuan kita apa belajar Bahasa Jepang, Insya Allah akan dilancarkan. Yang penting kita sudah berusaha maksimal. Dan tidak menyerah untuk belajar. Saya percaya itu. Buat yang lagi belajar, semangat ya. がんばりましょう。ありがとうございます。

Review Buku Dongeng Calathea: Buku Antologi Bareng FLP Bekasi

Assalamualaikum wr. wb

みなさん。こんにちは。

Bulan mei lalu, buku antologiku berjudul Dongeng Calathea yang ditulis bareng teman-teman FLP (Forum Lingkar Pena) Bekasi terbit. Ada satu cerpenku, “Kucing Belang Tiga” yang nyangkut di sana. Buku kumpulan cerpen ini bertemakan Keluarga. Ada 12 cerita pendek yang ditulis oleh 12 penulis FLP Bekasi. Cerita yang ditulis oleh teman-teman FLP Bekasi beragam, karena ditulis dari sudut pandang berbeda pula, dan tema keluarga itu juga luas, jadi akan banyak cerita yang bisa diangkat.

Judul Buku                 : Dongeng Calathea

Tanggal Terbit            : Mei 2021

ISBN                           : 978-623-934-009-4

Bahasa                        : Indonesia

Penerbit                      : YMA Publisher

“Andai kita bisa memilih dari keluarga mana kita dilahirkan, pasti gue nggak begini, Sam. Dan yang elo lihat di sosial media itu seringkali berbeda dari realitanya.”

Kucing Belang Tiga (Beni Ananto)

“Mintalah pada Yang Maha Punya. Cinta dan logika tidak cukup untuk memutus hubungan yang Abadi.”

Segelas lagi Kusambangi (Wahyu Rahmawati)

“Cari pasangan tak harus PNS, Tak harus santri. Yang penting ia paham agama, orang yang baik akhlaknya.”

Lebih dari Rindu (Nurul Faizah)

“Apabila ibu telah tiada, bapak menjadi surga terdekat kita, hendaklah kita tak boleh menyia-nyiakannya.”

Keringat Anak Sulung (Endri Prasetyo)

Review Buku The Night Painting and Other Stories: Buku Solo Pertama Saya

Assalamualaikum wr. wb

みなさん。こんにちは。

Kali ini saya mau review sedikit mengenai buku solo saya yang sudah terbit. Sebenarnya buku ini terbit September tahun lalu, dan saya belum sempat buat review di blog, entah lupa, lagi banyak kerjaan atau terserang virus malas. Alhasil baru hari ini saya buat sedikit reviewnya. Hehe

Jadi, buku ini adalah kumpulan cerpen saya yang pernah ditulis di wattpad, bisa coba di cek di sini. https://www.wattpad.com/804657448-the-nightmare-stories-completed-gang

instagram @guepedia

Waktu itu saya punya ide untuk membukukan antologi cerpen horor ini. Jadi saya mau terbitkan secara indie, dan nanti bukunya saya bagikan ke teman-teman saya. Ada lima cerpen yang ada di buku ini dengan tema horor yang beragam. Seperti, horor, thriller, supranatural, suspense, slasher yang saya buat di tiap ceritanya. Jika kalian memiliki naskah tulisan dan ingin menerbitkan secara indie bisa coba di penerbit ini. Untuk jumlahnya bebas, tidak dibatasi. Buku kita juga dibantu promosiin di market place (shopee, Tokopedia), Instagram: @guepedia dan di websitenya guepedia.com.

Judul Buku                  : The Night Painting and Other Stories

Tanggal Terbit            : September 2020

ISBN                           : 978-623-281-561-2

Bahasa                         : Indonesia

Penerbit                       : Guepedia

Mungkin itu saja sedikit review buku saya ありがとうございます。さようなら 。





                                                                                      

Review Film The Suicide Squad (2021): Film Wajib Tonton Di Tahun 2021

The Suicide Squad (@SuicideSquadWB)

Assalamualaikum wr. wb Mina-san.

Saya mau coba sedikit review film The Suicide Squad (2021). Jika kalian masih ingat, Suicide Squad pernah tayang di tahun 2016 dan disutradari oleh  David Ayer. Film itu ternyata banyak mendapatkan respon yang kurang baik dari para kritikus film.

Tahun 2021 ini, The Suicide Squad hadir kembali. Masih dibawah naungan DC Extended Universe, The Suicide Squad (2021) hadir lebih anyar. Film ini masih dibintangi oleh Margot Robbie sebagai Harley Quinn. The Suicide Squad (2021) berbeda dengan yang sebelumnya. Jika dibilang cerita lanjutannya juga bukan, karena memang dari sutradaranya pun berbeda. Jadi bagi yang belum menonton Suicide Squad (2016) dan ingin menonton The Suicide Squad (2021) juga tidak masalah. Karena tidak ada hubungannya dengan film sebelumnya dari segi cerita.

The Suicide Squad (2021) masih mengisahkan tentang sekelompok villains yang ditugaskan oleh Amanda Waller (Viola Davis) dalam misi rahasia yang diberi nama Task Force X. Terdiri dari, Harley Quinn (Margot Robbie), Rick Flag (John Kinnaman), Bloodsport (Idris Elba), Peacemaker (John Cena), Ratcatcher 2 (Daniela Melchior), Polka-Dot Man (David Dastmalcian) dan King Shark atau Nanaue (Sylvester Stallone). Tim Task Force X mendapatkan misi untuk menghancurkan laboratorium yang sedang menjalankan projek Starfish yang berbahaya.

The Suicide Squad (Facebook The Suicide Squad)

The Suicide Squad disutradarai oleh James Gunn, yang juga menyutradarai The Guardians of The Galaxy-nya Marvel Cinematic Universe. Tidak heran jika nuansa komedi di The Suicide Squad mirip-mirip The Guardians of The Galaxy. Film-film DC Extended Universe memang identik dengan atmosphere dark, ala Superman, Batman, atau Zack Snyder’s Justice League. Meskipun begitu, nuansa komedi di The Suicide Squad tidak lantas membuat film ini seperti The Guardians of The Galaxy. Selebihnya sangat berbeda.

Dalam scene awalnya saja, tanpa ba bi bu lagi, penonton sudah disajikan dengan adegan penuh darah yang brutal. Gila. No Sensor. Deadpool ‘mah lewat. The Suicide Squad layak tayang di layar bioskop yang lebar dengan visual dan audio yang menggelegar. Tapi ada kemungkinan adegan-adegan sadis yang hadir dari awal hingga akhir film ini bakal disensor.

Disamping itu, penjelasan tiap karakter tim Task Force X di The Suicide Squad cukup rapih. Simpati penonton akan sampai ke tiap karakter. Berbeda dengan film sebelumnya, yang hanya berfokus pada karakter Harley Quinn, Joker dan Deadshot. Pembagian karakter di The Suicide Squad cukup proporsional. Jadi tiap karakter itu punya porsinya masing-masing dan seimbang. Tidak melulu di Harley Quinn. Dari alur ceritanya pun bagus dan ringan menghibur, jadi penonton bakal betah duduk di depan TV selama 2 jam 12 menit. Rating film ini masuk ke Dewasa, jadi ini bukan film untuk anak-anak.

Kali ini Harley Quinn tampil lebih gila. Dengan scene brutalnya membantai para tantara, tetapi disajikan dengan visual yang charming dengan efek bunga warna-warni. Sweet. Karakter Bloodsport yang kuat dan kebapakan sangat pas dimainkan oleh Idris Elba, karakter Peacemaker yang menyebalkan membuat berwarna film ini. Colonel Rick Flag yang paling waras di tim Task Force X. Ratcatcher 2 dan Polka-Dot Man mampu mengundang simpati penonton. Dan yang paling epic adalah karakter Nanaue aka King Shark terlihat sangat menggemaskan tapi juga mematikan. Chemistry tiap karakter yang dibangun di film ini berhasil. Penonton pun bisa merasakan kesedihan, empati kepada karakter yang tewas ataupun scene drama yang tidak disangka.

Menurut saya ada sedikit catatan mengenai penjelasan para karakter musuhnya yang kurang dibahas lebih. Seperti karakter Thinker, President General Mateo Silvio Luna yang scenenya hanya gitu thok. Karakter Starfish terkesan terlalu lucu untuk jadi Big Villain di sini. Dan terkesan ya begitu aja. Jadi agak kurang greget. Mungkin karena dikejar durasi. Tetapi itu semua tidak mengurangi keseruan film ini.

The Suicide Squad film yang sangat menghibur di tahun 2021. Saya kasih score 8/10. Nonton film ini jangan terlalu banyak berekspektasi atau sejenisnya, cukup duduk manis di depan TV dan nikmati saja setiap adegan penuh kejutan. Saya sangat berharap The Suicide Squad bisa tayang di bioskop. Semoga pandemi ini cepat selesai, PPKM disudahi. Dan bisa ke bioskop lagi. Ada banyak film bagus tahun ini yang hanya cocok ditonton di bioskop.