Review Penyalin Cahaya (Photocopier): Kisah Penyintas Pelecehan Sexual di Lingkungan Kampus

Film yang ditunggu-tunggu dari tahun lalu akhirnya tayang juga. Penyalin Cahaya (Photocopier) yang saya kira bakal tayang di bioskop kini sudah bisa ditonton di Netflix per tanggal 13 Januari kemarin. Bersyukurnya, film ini jadi bisa ditonton oleh penonton dari seluruh dunia. Penyalin Cahaya pertama kali tayang di Festival Film International Busan, Korea Selatan pada tanggal 8 Oktober 2021 dan di Jogja-NETPAC Asian Festival (JAFF) 2021 tanggal 2 Desember lalu.

Vibes film ini memang sudah santer terdengar dari tahun lalu. Di Twitter saja sempat trending berkali-kali karena Penyalin Cahaya berhasil masuk 17 nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2021, dan menyabet 12 Piala Citra FF1 2021 sekaligus, wow. Penyalin Cahaya juga menjadi film Cerita Panjang Terbaik FFI 2021, keren, kan. Nggak heran sih kalau sampai detik ini masih jadi bahan obrolanan netizen di sosial media. Setelah dua kali nonton film ini, masih berasa sakit hati, perih rasanya. Film ini memang Uedan sih. Ngaduk-ngaduk emosi.

Penyalin Cahaya merupakan film panjang pertama dari Wregas Bhanuteja. Dulu saya pernah nonton film pendeknya di youtube, Lemantun. Dan juga Tak Ada yang Gila di Kota ini yang diadaptasi dari cerpennya Eka Kurniawan dengan judul yang sama. Film ini membawa Sex Harrasment issue yang terjadi di ranah Pendidikan yang sangat relateable dengan keadaan saat ini mengenai banyaknya kasus dan kisah para korban pelecehan sexual yang terjadi di Indonesia.

@imdb.com

Sinopsis:

Penyalin Cahaya berkisah tentang Suryani (Shenina Syawalita Chinnamon) mahasiswi berprestasi jurusan web desain tahun pertama yang mendapat beasiswa dari kampus. Sur menjadi anggota baru teater kampus, teater Mata Hari yang mengurus website teater. Ketua teater Mata Hari, Anggun (Dea Panendra) yang juga sebagai sutradara, Rama (Giulio Parengkuan) yang merupakan penulis di teater tersebut, dan Kakak Senior teater, Thariq (Jerome Kurnia).

Setelah kemenangan teater, besoknya mereka mengadakan party di rumah Rama untuk merayakan keberhasilan teater mereka yang sekaligus membawa mereka untuk mengikuti kompetisi tingkat asia di Kyoto, Jepang. Awal mula kejadian dimulai di sini. Sur dan sahabatnya, Amin (Chicco Kurniawan) seorang tukang fotocopy di kampus tersebut datang bersama. Mereka party sambil ‘minum-minum’. Setelah selesai, pagi harinya Sur, sudah tertidur dan berada di kamar rumahnya.

Foto selfienya yang sedang drunk tersebar di internet dan lingkungan kampus. Beasiswanya terpaksa dicabut. Rasa kecewa dan marah jadi satu. merasa ada yang ganjal dari semua kejadian yang dialami. Hingga dia mencari tau, dengan dibantu Amin buat curi data teman-temannya di hape. Sur dengan gigih mencari jawaban siapa orang yang tega berbuat keji kepadanya? Hingga pada akhirnya satu per satu petunjuk dia dapatkan.

@imdb.com

Dan di sini cerita menjadi menarik karena penonton seperti diajak mencari tau siapa dalang dari semua ini. Selain bertabur bintang, Akting para pemain di film ini sangat bagus. Membuat kita bisa merasakan empati kepada karakter yang dimainkan mereka. Ada Bapaknya Sur yang dimainkan (Lukman Sardi), Ibunya Sur (Ruth Marini), Farrah (Lutesha) yang berhasil mencuri perhatian penonton.

Kita diperlihatkan bagaimana perjuangan seorang penyintas pelecehan sexual dalam memperjuangkan haknya untuk menuntut si pelaku dan membawanya ke ranah hukum. Jungkir balik Sur demi mendapatkan keadilan sangat terasa di sini. Emosi kita akan dibuat campur aduk. Kesal, Marah, Sedih, Muak dan lain sebagainya. Pelaku yang mempunyai Power besar yang membuat kejahatan sexual terasa sulit untuk dibungkam. Hukum seakan bisa dibeli ditangan mereka. Ingat, kejadian seperti ini tidak hanya menimpa perempuan, tetapi juga laki-laki, anak kecil bahkan siapa saja.

@imdb.com

Dari film ini kita seakan diberikan gambaran bahwa pelcehan sexual itu bisa menimpa siapa pun, di mana pun, dan kapan pun. Tidak pandang bulu. Di dunia yang memang sudah gila ini, apa pun bisa terjadi, bahkan hal-hal yang tidak pernah terbayangkan sekalipun. Ada satu jargon di film ini yang membekas dan menyimpan makna tersirat di dalamnya. 3M: Menguras, Menutup, Mengubur. Seperti kasus yang dialami Suryani, dan Suryani, Suryani lainnya di luar sana.

Disamping kasus yang dialami salah satu crew Penyalin Cahaya yang menjadi bahan pembicaraan hangat baru-baru ini. Pihak Rekata Studio & Kaninga Pictures sudah menindak lanjuti kasus ini. So, Calm down, dan sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak menonton Penyalin Cahaya.

IMDb rating 7.5/10

Rating dari saya 88/10

Kembali Mengisi Semangat dengan Konten Youtube-nya Pandji

Konten youtube Pandji Pragiwaksono yang kemarin gua tonton dan membuat gua lagi-lagi berpikir dan merenung. Judulnya YANG PALING DIBENCI OLEH ORANG SUKSES, mungkin sekilas terlihat kayak acara-acara motivasi kebanyakan ya, tapi ternyata ini beda guys. Dan isinya bagus banget kalo menurut gua. Gua sebenarnya kurang terlalu suka sama acara motivasi kayak Mario Teguh dan sejenisnya. Tapi sekali lagi, ini beda. Kita seperti lagi ngobrol aja, nggak formal dan juga diselipin sama jokes dia yang khas. Jadi kayak orang lagi sharing atau ngobrol sama teman aja.

@medium

Yang gua suka dengan kontennya Pandji itu mungkin karena gua udah tau lama Pandji sejak acara Ups, Kena Deh. Gua pernah baca bukunya waktu jaman kuliah dan suka sama lagunya yang dia ngerap dan jadi ost salah satu stasiun televisi swasta. Gua juga suka dengerin podcastnya dia dan raditya dika di spotify. Untuk youtube gua beberapa kali nonton. Cuma belakangan ini kok gua lihat kontennya kena banget di gua, dengan kondisi gua saat ini juga. Pokoknya relate sama kehidupan gua saat ini. Daging isinya.

Jadi, karena gua sedang berada di ranah kegalauan mengenai dunia kepenulisan gua yang pasang-surut, jadi konten Pandji ini menurut gua mewakili dengan apa yang gua rasakan. Dari dia, gua seperti dikasih energi dan support untuk terus lanjutkan, jangan pernah berhenti mengejar mimpi lu. Lakukan hal-hal yang lu sukai. Menulislah terus selama hayat masih dikandung badan. Jangan menyerah. Kurang lebih seperti itu lah.

@medium

Ada banyak ocehan dia yang gua suka di sini.

Pusing tapi bahagia. Carilah pekerjaan yang capeknya membuat kamu bahagia.

Kurang lebih, kata-kata di bawah ini yang Pandji bilang di konten videonya. Selebihnya nanti kalian bisa cek channel youtubenya.

Kerja keras, disiplin, berkorban, akan capek. Lakukuin aja, lakuin yang elu suka. Jangan nunggu views, adsenses, uang. Karena kalau elu suka sama apa yang elu lakuin, elu bisa panjang, ada keberlanjutan. Suistanable.

Kalau elu berharap view, adsenses, uang, viral, elu nggak akan bisa berkelanjutan, elu enggak akan bisa jangka panjang. Karena elu patah hati lihat kerja keras lu nggak menghasilkan views. Semua orang ada waktunya ada masanya. (tambahan dari gua. kita ada di titik puncak karir, atau bagus)

Kalau tulisan elu nggak ada yang baca, ya bodo amat. Karena itu bukan tolak-ukurnya. Karena elu melakukan itu(menulis) karena elu suka, bukan karena views dll.

Karir Panji panjang hingga sampai sekarang. Youtube channelnya baru capai 1 juta, belasan tahun.

LAKUKAN YANG ELU SUKA. FOKUS CITA-CITA DAN IMPIAN ELU.

Jangan jadi pemalas yang banyak mau!

@medium

Jangan berhenti Menulis, jangan menyerah. Jika berhenti berarti elu memutus kesempatan elu untuk sampai di titik sukses impian elu.

Lakukan apa yang elu suka (Menulis, traveling, bisnis dll) apapun itu. Lakukanlah. Dan jangan berhenti apapun yang terjadi.

Konsisten, disiplin, kerja keras, berkorban. Yang bikin elu bisa konsisten hanya karena elu melakukan yang elu cintai. Yang membuat elu rela berkorban hanya karena elu melakukan yang elu cintai. Jadi kuncinya menemukan yang elu cintai. Dan ambil perjalanannya. Setelah itu sisanya irrelevan, mau itu lama, nggak viral, nggak ada yang nonton (tambahan: tidak banyak viewnya, belum terbit, ditolak penerbit) irrelevan karena elu ngelakuin hal yang elu suka. Pada detik itu, elu udah menang. KARENA ELU NGELAKUIN YANG ELU CINTAI. DAN NGGAK ADA YANG LEBIH BAHAGIA DARI ITU. Ketemu yang elu cintai, dan melakukan yang elu cintai.

Kata-katanya magis buat gua pribadi. Semoga dengan ini, gua bisa lebih semangat lagi, fokus, dan mantap dalam menjalankan apa yang gua sukai. Thank You Bang Pandji.

Review Film Tick, Tick… Boom! untuk Para Pejuang Mimpi

Review pertama saya di awal tahun 2022 setelah sempat hiatus dari review film. Kali ini Netflix menghadirkan film originalnya kembali, Tick, Tick… Boom! film ini sebenarnya keluar di bulan november 2021, tapi saya baru sempat nonton akhir tahun 2021. Jadi film ini merupakan film musikal autobiografi mengenai Jonathan Larson, seorang penulis teater terkenal, Rent yang sempat tayang selama sebelas tahun di teater Broadway, New York. Amerika Serikat. Film ini disutradarai oleh Lin-Manuel Miranda.

Sinopsis

Film ini mengisahkan awal karir seorang pemuda yang ingin menjadi penulis teater Broadway bernama Jonathan Larson (Andrew Garfield). Broadway Theatre sendiri merupakan kumpulan teater yang berada di sepanjang jalan Broadway, New York, Amerika Serikat. Film ini berlatar belakang New York tahun 1990. Di mana Jon yang bekerja sebagai pelayan restoran di Moondance Diner mengalami Quarter Life Crisis yang merasa galau dengan mimpinya sebagai komposer teater.

Di usia yang sudah mendekati 30 tahun, dia merasa belum menjadi apa-apa dan mimpinya pun belum terwujud. Ditambah dia melihat orang-orang disekitarnya mulai realistis, dan mulai sukses dengan karir barunya. Seperti sahabatnya, Michael (Robin de Jesus) yang dulu berbakat sebagai aktor kini sukses bekerja di perusahaan advertising, dan Susan (Alexandra Ship), seorang penari dan pacar dari Jon yang memutuskan pindah ke kota lain dan bekerja di sana.

(Foto: IMDb)
(Foto: IMDb)

Jon sedang menulis drama teater berjudul Superbia yang dikerjakannya selama delapan tahun dan diyakini akan menjadi awal karirnya sebagai penulis teater. Jon yang selalu membandingkan hidupnya dengan komposer legendaris Broadway, Stephen Sondheim (Bradley Whitford) yang memulai karir Broadwaynya di usia 27 tahun, dan itu membuatnya menjadi semakin putus asa.

Jon dilema, ingin memperjuangkan mimpinya atau berbelok menjadi seorang medioker seperti teman-temannya dengan menjadi pekerja kantoran biasa. Dia juga harus membayar banyak tagihan, harus ditinggal pacarnya, dan sahabatnya pun pergi meninggalkannya karena suatu hal dan teman-temannya yang masuk rumah sakit. Di sini dia juga harus mengalami writer block saat mau menyelesaikan lagu untuk dramanya di saat dia mendapatkan kesempatan dari seorang produser untuk mempresentasikan karyanya, Superbia. Drama musikal bertema science-fiction yang agak absurd.

Saat dia berada dalam tekanan, di momen itulah dia seperti menemukan kekuatan untuk bangkit. Seperti kata pepatah What doesn’t kill you makes you stronger. Dia butuh waktu untuk menenangkan diri, Jon pergi berenang di kolam renang umum dan dia menemukan inspirasi dan mulai bangkit. Visual yang ditampilkan di scene ini bagus banget. Pada akhirnya dia berhasil mempresentasikan dengan sangat baik.

(Foto: IMDb)

Film ini sangat layak ditonton untuk para pejuang mimpi yang masih bertanya-tanya dengan pilihan menyulitkan yang sedang dirasakan, yaitu antara harus memperjuangkan mimpi atau mengalah dengan realita. Film ini mengingatkan saya dengan film musikal favorit saya, Lalaland yang dimainkan oleh mantannya Andrew Garfield, Emma Stone. Sedikit kekukarangan dari film ini mungkin karena alurnya maju-mundur yang agak membingungkan diawal. Tapi setelah film berjalan penonton akan terbiasa dengan sendirinya.

Pasti banyak yang tanya, kenapa judulnya unik, Tick, Tick… Boom! mirip acara kuis jaman dulu lol. Jadi di film ini ceritanya Jon sedang bermonolog dalam pementasan karya keduanya Tick, Tick… Boom! yang digambarkan sebagai suara detak jam yang terus berpacu seakan menuntutnya untuk segera menyelesaikan karyanya. Lagu-lagu yang ada di film ini bagus dan liriknya juga penuh makna, Lagu-lagunya memang asli buatan Jonathan Larson. Dan Tick, Tick… Boom! juga buah adaptasi dari teater musikal Broadwaynya. Penampilan Karessa (Vanessa Hudgens) sebagai penyanyi latar di sini juga mengagumkan.

(Foto: IMDb)

Akting Andrew Garfield di sini sangat menakjubkan. Karena aktingnya saat memerankan sosok Jonathan Larson itu sangat mirip. Di akhir film ditampilkan video asli Jonathan Larson, jika dilihat lagi, perawakannya memang mirip walaupun berbeda dari wajahnya. Tetapi pembawaan Garfield dalam memerankan karakter ini sangat mirip jika dilihat dari gesture, ekspresi wajahnya dan lain-lain. Jadi terlihat meyakinkan. Agak mirip dengan Reza Rahadian saat memerankan Habibie.

Ditambah Garfield juga ternyata bisa nyanyi, suaranya juga bagus. Akhir cerita hidup Jonathan Larson juga sangat menyesakkan dada. Karena di saat drama musikalnya yang berjudul Rent, akan tayang pertama kali di Broadway Theatre, dia menghembuskan nafas terakhir sehari sebelum pertunjukan karena aneurisma aorta.

IMDb rating 7.6/10

Rotten Tomatoes rating 88% (Tomatometer), 96% (Audience Score)

Rating dari saya 80%

(Foto: IMDb)

Renungan Awal Tahun dari Komika Pandji Pragiwaksono

Kemarin tepat tanggal 1 Januari 2022. Gua nonton youtube-nya komika favorit gua Pandji Pragiwaksono. Di sana dia ngebahas tentang Dream aka Mimpi. Pandji bercerita tentang Ayahnya yang mempunyai mimpi untuk menjadi penulis, dan ingin menerbitkannya. Di usia yang sudah tidak muda lagi, sekitar enam puluhan, ayahnya berusaha untuk mewujudkan mimpinya kembali. Ceritanya sangat menyentuh dan membuat gua termenung.

Gua jadi kembali flashback ke momen di mana gua harus mengubur mimpi-mimpi gua karena harus kembali ke realita yang kejam dan menuntut gua harus dengan terpaksa meninggalkannya. Mimpi ayahnya Pandji seperti gua yang ingin menjadi penulis dan hidup dari penghasil menulis. Gua kepingin membuat novel atau buku dan diterbitkan oleh penerbit. Gua ingin tetap menulis dan hidup.

Gua seperti tertampar dengan kalimat-kalimat yang dilontarkan Pandji. Walau dia ngomong tetap dalam gaya komedinya, tapi itu tidak mengurangi ‘isi’ dari kata-kata ajaibnya.

Jangan pernah membunuh mimpi lo. Karena sekeras-kerasnya elo pukul, sedalam-dalamnya elo kubur, dia cuma pingsan, dan akan bangkit di usia elo tua dalam bentuk penyesalan.

Seberapapun gagal mencapai keinginan di tahun lalu (2021), nggak boleh berhenti untuk mencapainya di tahun ini (2022) dan seterusnya.

Ini juga berlaku untuk mimpi-mimpi yang lain, tidak hanya tentang menjadi penulis. Jadi intinya kita harus memperjuangkan mimpi kita dan coba berusaha mewujudkan semaksimal mungkin. Jika sudah ya kita tetap serahkan kepada yang Maha Kuasa. Semoga tahun 2022 akan lebih baik dan cemerlang buat kita semua. Aamiin.

Akhir Tahun 2021

Source: https://www.quoteswishesmsg.com
Source: https://www.quoteswishesmsg.com

Halo

Bagaimana hari ini? Semoga masih baik-baik saja. Kamu sudah berjuang sampai detik ini, dipenghujung tahun 2021 merupakan suatu kehebatan tersendiri. Kamu sudah berjuang, kamu hebat dengan caramu. Setiap orang yang sudah melalui tahun-tahun sulit ini adalah pejuang yang tangguh. Kamu harus menghargai segala perjuangan ini, walau mungkin orang lain anggap itu adalah suatu yang kecil.

Source: pinterest.com

Dipenghujung tahun 2021 ini aku berharap kamu bisa memulai kembali dengan langkah-langkah yang baru dan harapan baru. Kegagalan-kegagalan yang terjadi di tahun 2021 biarkan itu semua terjadi dan jadikan energi untuk menyambut, menyambung hari demi hari di 2022 yang akan dimulai besok. Semangat Ben, kamu sudah berjuang dan melewati hari-hari sulit itu sampai sekarang. Hal-hal sulit yang mungkin akan terjadi nanti pasti kamu bisa lalui juga. What doesn’t kill you makes you stronger.

Sekali lagi semangat ya. Harus! Harapan akan selalu ada. Rayakan hari ini walau kamu sendiri. Allah always beside you. Don’t feel alone. Alone doesn’t mean lonely. Keep fighting.

Review Buku Sumur dari Eka Kurniawan

Cover buku SUMUR
Sumur

Buku baru dari penulis Eka Kurniawan yang baru aku baca adalah Sumur. Buku yang bisa diselesaikan hanya dengan lima sampai sepuluh menit ini adalah cerita pendek. Dan isi bukunya hanya itu saja. Jadi bukunya lumayan tipis. Dan bukunya kecil, semacam buku saku. Cover dan desainnya bagus, karena ada ilustrasinya. Buku ini terdiri dari lima puluh halaman.

Jadi buku ini bercerita tentang seorang pemuda-pemudi kasmaran bernama Toyib dan Siti yang tinggal di sebuah desa asri. Entah kenapa desa tersebut banyak mengalami kesukaran pasca meninggalnya seorang warga akibat perkelahian. Bencana alam silih berganti menimpa desa tersebut yang membuat mereka harus kesusahan mendapatkan air bersih, bahkan harus mengambilnya ke sebuah sumur tua di atas bukit yang merupakan sumur satu-satunya yang tersisa.

Cover dan desain buku Sumur
Cover buku SUMUR

Dari sanalah muasal cerita di buku ini. Tragedi demi tragedi berdatangan. Gambaran tentang hidup itu terasa suram dan pedih dalam cerita ini. Dan realitanya memang seperti itu. Dan endingnya cukup mencengangkan. Cerita Pendek ini bertemakan Climate Change atau perubahan iklim yang menimpa bumi. Dan epiknya dibalut dengan cerita romance.

Oh ya, cerita pendek ini masuk ke dalam nomine Man Booker International Prize 2016 dan peraih Prince Claus Laureate 2018. Dan pertama kali terbit dalam bahasa Inggris di antologi Tales of Two Planets dengan judul “The Well” yang diterbitkan oleh Penguin Books pada tahun 2020.

Cantik itu Luka dan Kisah-Kisah Absurd yang Tragis

Jika ditanya buku yang paling berkesan buat saya adalah saya pasti jawab Cantik itu Lukanya Eka Kurniawan. Buku-buku yang saya baca kebanyakan memang fiksi, seperti novel, kumpulan cerpen dll. Sebenarnya saya juga suka novel-novelnya dari penulis lain, seperti Haruki Murakami, Leo Tolstoy, Dee, Paulo Coelho dan masih banyak lagi.

Tetapi entah kenapa novel Cantik itu Luka ceritanya sangat berkesan sekali buat saya. Dari plotnya, karakter-karakter yang dibuatnya dan ceritanya juga agak ‘menyentil’ buat kita. Entah kenapa saya suka cerita yang bergaya realism dan surrealism. Kayak membawa kita untuk berpikir out of the box. Dan tidak membatasi imajinasi tetapi sarat makna dan agak tersirat. Agak aneh, nyeleneh tapi masuk di akal juga.

Seperti cerita yang dihadirkan oleh Eka Kurniawan dalam Cantik itu Luka. Cenderung berani dan apa adanya. Dan dari kisah ini saya bisa melihat sedikit gambaran wajah negara kita tempo dulu, culture yang memang apa adanya. Semua diceritakan dengan berani, tanpa ada ditutupi dan dimanis-manisin. Jadi gaya cerita dari Eka Kurniawan itu bisa sekeren itu. Dan ini berlaku untuk semua buku-bukunya.

Cantik itu Luka bercerita tentang seorang Wanita cantik yang dulunya adalah seorang pelacur, dia mati dan kemudian bangkit dari kuburnya untuk menceritakan kisah tragedi yang menimpa keluarganya. Dari awalnya saja kita sudah dibuat aneh dengan alur ceritanya. Tetapi setelah dibaca terus dan terus, ceritanya tidak sesederhana itu. Dan cerita yang terkesan absurd, tidak mungkin bisa mungkin di cerita ini dan kita seakan diajak berpetualang ke masa lampau di mana negara kita masih ‘terjajah’ dan mulai ‘merdeka’.

Buku setebal kurang lebih lima ratus halaman tidak akan terasa membosankan. Karena kita disuguhkan cerita yang ‘beda’ dan bahkan ada selipan sejarahnya juga tentang negeri kita yang tidak pernah ada di buku pelajaran sekolah. Jika ditanya buku apa yang berkesan buat saya, mungkin saya akan menjawab yaitu novel Cantik itu Luka dari Eka Kurniawan, salah satunya. Karena kebetulan yang muncul di kepala saya waktu menulis ini ya novel itu, Cantik itu Luka.

日本語 は 難しい(むずかしい) です。でも 楽しい(たのしい) です。

2021年10月6日、水曜日。

おはようございます。

毎日(まいにち)、私はジャ-ナルをつくりたいです。

今日(きょう)、このジャ-ナルはいちばんです。

昨日(きのう)、私は日本語を勉強しました(べんきょうしました) *オンラィンクラス。

毎週(まいしゅう)、私はきもちがわるいでした。まいlive sessionあります。私の日本語はわるいです。あたまがいたいいです。毎日、じぶんで日本語を勉強します。このたいへんです、でも おもしろいです。

がんばります。

ありがとうございます。:)

Jalan-Jalan Sore di Sekitar Kuta

Pantai Kuta-Bali

Assalamualaikum, selamat siang

Aku mau cerita sedikit tentang liburan di masa PPKM ini.

Selasa, 21 September 2021. Sehabis liburan di Lombok kemarin, aku menyeberang ke Bali menggunakan kapal Ferry dari *Pelabuhan Lembar-Lombok menuju Pelabuhan Padang Bai-Bali yang ditempuh sekitaran empat jam. Berangkat siang dan sampai di Bali sore. Dari Padang Bai sewa mobil ke Kuta. Perjalanan sekitar dua jam.

*(Dapet info dadakan kalau pada saat mau pulang ke Jakarta dari Bandara Lombok, Test Antigen itu tidak berlaku, jadi harus PCR. Tes Antigen hanya dari Jakarta-Lombok saja. Waduh, efek dikejar waktu juga, besok harus kerja, jadi sengaja tidak reschedule dan mampir ke Bali)

***

Pantai Kuta-Bali

Di Bali aku hanya singgah untuk penerbangan di esok harinya, jadi jalan-jalannya hanya sebentar banget dan itu pun hanya disekitaran Kuta. Pertama kali melihat Bali di masa pandemi dalam keadaan sepi. Daerah Kuta yang biasanya crowded, penuh dengan hingar-bingar, macet sana-sini mendadak menjadi lengang. Banyak sekali toko-toko yang tutup dan bertuliskan disewakan. Ada perasaan sedih sih sebenarnya saat lihat keadaan Bali kemarin.

Meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Bali sudah menurun ke level 3, wisatawan yang datang pun tidak sebanyak biasanya. Walaupun masih terlihat lalu-lalang bule dan turis lokal di sekitaran Kuta. Kayak ada yang kurang dan feelnya itu kayak bukan Bali. Kuta lebih terlihat kayak habis ditinggali lebih dari separuh penduduknya.

Jalan Raya Legian Kuta-Bali

Disekitaran pantai Kuta pun terlihat tidak banyak wisatawan yang bermain di sana. Wisatawan lokal masih terlihat mendominasi. Pemandangan pantai Kuta masih indah seperti biasa, apalagi saat sore hari dan menjelang matahari terbenam. Cantiknya masih sama. Pantai Kuta nampak lebih bersih. Yang bermain selancar juga masih ada walau tidak sebanyak biasanya. Aku sangat menikmati berada di pantai Kuta walau sebentar. Berjalan di bibir pantai dengan bertelanjang kaki, duduk di atas pasir sambil mendengarkan debur ombak, merasakan hembusan angin laut di kulit dan melihat matahari terbenam. Self healing sih ini.

Sunset di Pantai Kuta-Bali

***

Karena hanya semalam di Bali jadi terkesan cuma untuk numpang tidur dan siangnya sudah terbang lagi ke Jakarta. Menginap di hotel dekat Tugu Peringatan Bom Bali di Jalan Legian yang masih sama sepinya. Café dan Bar yang buka hanya dibatasi sampai pukul satu dini hari saja. Sebelum pukul Sembilan pun jalan-jalan sudah sepi. Pertokoan tutup. Walau masih ada minimarket yang buka. Sebelum balik ke Hotel aku sempatkan mampir ke Krisna untuk beli jajanan. Krisna tutup pukul Sembilan malam dan di dalam tokonya pun sepi.

Tugu Peringatan Bom Bali di Jalan Legian

Bapak supir cerita kalau di Kuta,  banyak toko-toko yang disewakan dengan harga murah, walau begitu juga tidak ada yang banyak peminatnya. Dan hotel-hotel banyak yang dijual. Setelah dijual, nama hotel itu akan diganti dengan nama yang baru. Walau lokasi tidak berbeda. Jadi di Bali, khususnya disekitaran Kuta banyak terdapat hotel baru dengan wajah lama. Itu jadi kendala buat para supir kayak bapak itu katanya. Jadi para supir banyak yang tidak tau dan sedikit kebingungan karena berubah namanya. Karena sebelumnya mereka hafal di luar kepala nama hotel-hotel di sana.

Bandara I Gusti Ngurah Rai

Di Bandara I Gusti Ngurah Rai mulai terlihat ramai, walau tidak seperti biasanya. Prosedurnya masuknya agak makan waktu. Karena ada beberapa kali pengecekan dan itu pun manual yang membuat antri Panjang. Untuk saat ini mungkin bagi yang mau ke Bali bisa datang satu atau dua jam lebih awal biar tidak antri lama.

Belum puas sih sebenarnya di Bali. Mungkin next time bisa ke Bali lagi dan bisa spend more time. Untuk saat ini nabung dulu. Semoga PPKM bisa segera berakhir dan Bali bisa seperti sediakala. Aamiin.

Review Buku The Night Painting and Other Stories: Buku Solo Pertama Saya

Assalamualaikum wr. wb

みなさん。こんにちは。

Kali ini saya mau review sedikit mengenai buku solo saya yang sudah terbit. Sebenarnya buku ini terbit September tahun lalu, dan saya belum sempat buat review di blog, entah lupa, lagi banyak kerjaan atau terserang virus malas. Alhasil baru hari ini saya buat sedikit reviewnya. Hehe

Jadi, buku ini adalah kumpulan cerpen saya yang pernah ditulis di wattpad, bisa coba di cek di sini. https://www.wattpad.com/804657448-the-nightmare-stories-completed-gang

instagram @guepedia

Waktu itu saya punya ide untuk membukukan antologi cerpen horor ini. Jadi saya mau terbitkan secara indie, dan nanti bukunya saya bagikan ke teman-teman saya. Ada lima cerpen yang ada di buku ini dengan tema horor yang beragam. Seperti, horor, thriller, supranatural, suspense, slasher yang saya buat di tiap ceritanya. Jika kalian memiliki naskah tulisan dan ingin menerbitkan secara indie bisa coba di penerbit ini. Untuk jumlahnya bebas, tidak dibatasi. Buku kita juga dibantu promosiin di market place (shopee, Tokopedia), Instagram: @guepedia dan di websitenya guepedia.com.

Judul Buku                  : The Night Painting and Other Stories

Tanggal Terbit            : September 2020

ISBN                           : 978-623-281-561-2

Bahasa                         : Indonesia

Penerbit                       : Guepedia

Mungkin itu saja sedikit review buku saya ありがとうございます。さようなら 。





                                                                                      

Review Film The Suicide Squad (2021): Film Wajib Tonton Di Tahun 2021

The Suicide Squad (@SuicideSquadWB)

Assalamualaikum wr. wb Mina-san.

Saya mau coba sedikit review film The Suicide Squad (2021). Jika kalian masih ingat, Suicide Squad pernah tayang di tahun 2016 dan disutradari oleh  David Ayer. Film itu ternyata banyak mendapatkan respon yang kurang baik dari para kritikus film.

Tahun 2021 ini, The Suicide Squad hadir kembali. Masih dibawah naungan DC Extended Universe, The Suicide Squad (2021) hadir lebih anyar. Film ini masih dibintangi oleh Margot Robbie sebagai Harley Quinn. The Suicide Squad (2021) berbeda dengan yang sebelumnya. Jika dibilang cerita lanjutannya juga bukan, karena memang dari sutradaranya pun berbeda. Jadi bagi yang belum menonton Suicide Squad (2016) dan ingin menonton The Suicide Squad (2021) juga tidak masalah. Karena tidak ada hubungannya dengan film sebelumnya dari segi cerita.

The Suicide Squad (2021) masih mengisahkan tentang sekelompok villains yang ditugaskan oleh Amanda Waller (Viola Davis) dalam misi rahasia yang diberi nama Task Force X. Terdiri dari, Harley Quinn (Margot Robbie), Rick Flag (John Kinnaman), Bloodsport (Idris Elba), Peacemaker (John Cena), Ratcatcher 2 (Daniela Melchior), Polka-Dot Man (David Dastmalcian) dan King Shark atau Nanaue (Sylvester Stallone). Tim Task Force X mendapatkan misi untuk menghancurkan laboratorium yang sedang menjalankan projek Starfish yang berbahaya.

The Suicide Squad (Facebook The Suicide Squad)

The Suicide Squad disutradarai oleh James Gunn, yang juga menyutradarai The Guardians of The Galaxy-nya Marvel Cinematic Universe. Tidak heran jika nuansa komedi di The Suicide Squad mirip-mirip The Guardians of The Galaxy. Film-film DC Extended Universe memang identik dengan atmosphere dark, ala Superman, Batman, atau Zack Snyder’s Justice League. Meskipun begitu, nuansa komedi di The Suicide Squad tidak lantas membuat film ini seperti The Guardians of The Galaxy. Selebihnya sangat berbeda.

Dalam scene awalnya saja, tanpa ba bi bu lagi, penonton sudah disajikan dengan adegan penuh darah yang brutal. Gila. No Sensor. Deadpool ‘mah lewat. The Suicide Squad layak tayang di layar bioskop yang lebar dengan visual dan audio yang menggelegar. Tapi ada kemungkinan adegan-adegan sadis yang hadir dari awal hingga akhir film ini bakal disensor.

Disamping itu, penjelasan tiap karakter tim Task Force X di The Suicide Squad cukup rapih. Simpati penonton akan sampai ke tiap karakter. Berbeda dengan film sebelumnya, yang hanya berfokus pada karakter Harley Quinn, Joker dan Deadshot. Pembagian karakter di The Suicide Squad cukup proporsional. Jadi tiap karakter itu punya porsinya masing-masing dan seimbang. Tidak melulu di Harley Quinn. Dari alur ceritanya pun bagus dan ringan menghibur, jadi penonton bakal betah duduk di depan TV selama 2 jam 12 menit. Rating film ini masuk ke Dewasa, jadi ini bukan film untuk anak-anak.

Kali ini Harley Quinn tampil lebih gila. Dengan scene brutalnya membantai para tantara, tetapi disajikan dengan visual yang charming dengan efek bunga warna-warni. Sweet. Karakter Bloodsport yang kuat dan kebapakan sangat pas dimainkan oleh Idris Elba, karakter Peacemaker yang menyebalkan membuat berwarna film ini. Colonel Rick Flag yang paling waras di tim Task Force X. Ratcatcher 2 dan Polka-Dot Man mampu mengundang simpati penonton. Dan yang paling epic adalah karakter Nanaue aka King Shark terlihat sangat menggemaskan tapi juga mematikan. Chemistry tiap karakter yang dibangun di film ini berhasil. Penonton pun bisa merasakan kesedihan, empati kepada karakter yang tewas ataupun scene drama yang tidak disangka.

Menurut saya ada sedikit catatan mengenai penjelasan para karakter musuhnya yang kurang dibahas lebih. Seperti karakter Thinker, President General Mateo Silvio Luna yang scenenya hanya gitu thok. Karakter Starfish terkesan terlalu lucu untuk jadi Big Villain di sini. Dan terkesan ya begitu aja. Jadi agak kurang greget. Mungkin karena dikejar durasi. Tetapi itu semua tidak mengurangi keseruan film ini.

The Suicide Squad film yang sangat menghibur di tahun 2021. Saya kasih score 8/10. Nonton film ini jangan terlalu banyak berekspektasi atau sejenisnya, cukup duduk manis di depan TV dan nikmati saja setiap adegan penuh kejutan. Saya sangat berharap The Suicide Squad bisa tayang di bioskop. Semoga pandemi ini cepat selesai, PPKM disudahi. Dan bisa ke bioskop lagi. Ada banyak film bagus tahun ini yang hanya cocok ditonton di bioskop.

Le Petit Prince (Pangeran Cilik) dan Animal Farm, Dua Buku yang Selesai Sekali Duduk

Animal Farm dan Le Petit Prince (Pangeran Cilik)

Assalamualaikum wr. Wb.

Halo minasan. Kali ini saya mau sedikit membahas tentang dua buku fiksi yang baru selesai saya baca (No Spoiler). Dari dulu dua buku ini memang sudah masuk bucket list, dan baru dibeli bulan mei 2021. Karena masuk waiting list bacaan, dan saya masih baca buku lain, jadi dua buku ini baru selesai dibaca bulan ini. *alesan aja nih

Fyi, dua buku ini adalah novela dengan tebal tidak lebih dari 150 hlm.

  1. Le Petit Prince (Pangeran Cilik)
Le Petit Prince (Pangeran Cilik)

Novela ini masuk ke dalam buku bacaan klasik karya penulis Prancis Antoine De Saint-Exupéry. Berkisah tentang seorang anak dari planet lain yang tersesat di Bumi, tepatnya di tengah gurun pasir bersama seorang pilot yang mogok pesawatnya. Mereka pun berkenalan dan saling bertukar cerita sambil bersama mencoba mencari pertolongan dan berusaha memperbaiki pesawat tersebut.

Buku ini tipis dan ada ilustrasinya jadi terlihat lebih menarik khas buku anak. Walau begitu isi ceritanya tidak demikian. Meskipun karakter utamanya adalah seorang anak kecil yang senang bertanya dan bercerita.

Pada saat pertama baca saya jujur agak bingung karena banyak sekali pesan tersirat yang disampaikan penulis lewat dialog-dialog si anak kecil ini.

Awalnya si pilot menceritakan tentang pengalaman masa kecilnya yang kurang mengenakan. Dia menggambar sesuatu objek dan dipamerkan ke orang-orang, tetapi orang-orang banyak yang tidak tahu dan salah menebak yang mereka kira adalah sebuah topi. Padahal si pilot itu menggambar seekor ular sanca yang menelan seekor gajah. Mereka menyarankan agar si bocah belajar ilmu pasti atau Eksakta dan melupakan lukisannya itu.

Dan anak kecil berpakaian unik dari planet itu pun bertanya dan bercerita tentang kisahnya hingga sampai ke bumi. Dari cerita itu timbulah cerita-cerita unik yang kalau ditelaah lebih dalam lagi terdapat pesan moral tentang kehidupan. Ceritanya agak unik dan agak njelimet gitu. Karena kita diajak melihat cerita ini dari sudut pandang bocah kecil aka bocil .

Banyak pesan moral dan falsafah hidup. Buku ini sepertinya harus dibaca lebih dari sekali agar kita bisa lebih paham dengan pesan-pesannya. Buku ini sudah diterjemahkan ke banyak Bahasa di seluruh dunia dan menjadi buku bacaan wajib. Walau begitu buku ini sebenarnya banyak dibaca orang dewasa juga karena isi ceritanya yang tidak biasa.

“Mengadili diri sendiri lebih sulit daripada mengadili orang lain. Jika kamu berhasil, berarti kamu betul-betul orang yang bijaksana.” – Le Petit Prince (Pangeran Cilik), Antoine De Saint-Exupéry.

“Orang-orang dewasa memang amat ganjil.” – Le Petit Prince (Pangeran Cilik), Antoine De Saint-Exupéry.

“Bila ingin memancing senyum, orang kadang-kadang berbohong sedikit.” – Le Petit Prince (Pangeran Cilik), Antoine De Saint-Exupéry.

2. Animal Farm

Animal Farm

Buku selanjutnya adalah novela karya penulis Inggris yang lahir di India, Eric Arthur Blair atau lebih dikenal dengan George Orwell. Karya lainnya yang terkenal dan fenomenal adalah 1984. Kembali ke Animal Farm, sebuah novela yang mengandung satire terhadap uni soviet pada perang dunia II. Walau begitu, cerita dalam novela ini masih relate dengan keadaan politik sekarang, termasuk di negara kita.

Animal Farm adalah sebuah novel alegori yang bercerita tentang sekumpulan hewan ternak yang berada di sebuah peternakan di Inggris yang ingin memberontak terhadap kekuasaan manusia yang mengekang mereka. Para hewan itu ingin merdeka dari segala perbudakan manusia.

Pemberontakan itu ditenggarai oleh seekor babi tua bernama Major yang mendapat wangsit tentang pemberontakan yang dilakukan oleh para hewan terhadap pemilik peternakan Pak Jones. Mereka mengumpulkan para hewan dan menceritakannya ke mereka semua. Hingga dimana dia mati. Dan rencananya diteruskan oleh dua babi cerdas Snowball dan Napoleon.

Beberapa tahun setelah kematian Major, pemberontakan yang diramalkannya pun terjadi. Mereka merencanakan pemberontakan tersebut, Snowball memimpin. Para hewan lain baku hantam dengan Jones dan para karyawannya. Dengan berbekal bedil mereka membabi buta ke para hewan. Yang mengakibatkan seekor domba tertembak dan mati. Snowball gagah berani memimpin melawan mereka, dan berhasil mengusir si pemilik peternakan.

Sebelumnya mereka sudah membuat rencana untuk membangun peternakan tanpa adanya manusia. Dipimpin oleh Snowball dan Napoleon, dua pemimpin yang selalu berselisih pendapat.

Motto mereka adalah “Kaki empat baik, kaki dua jahat.”

Dan membuat tujuh perintah yang harus ditanamkan pada kepala hewan-hewan di peternakan:

  1. Apapun yang berjalan dengan dua kaki adalah musuh.
  2. Apapun yang berjalan dengan empat kaki dan bersayap adalah teman.
  3. Tak seekor binatang pun boleh mengenakan pakaian.
  4. Tak seekor binatang pun boleh tidur di ranjang.
  5. Tak seekor binatang pun boleh minum alkohol
  6. Tak seekor binatang pun boleh membunuh binatang lain.
  7. Semua binatang setara.

Pasca pemberontakan, para hewan ternak hidup bersama membangun peternakan dibawah pimpinan Snowball yang mendominasi. Peran Napoleon mulai tergantikan. Dan pada suatu hari, dengan licik dia menyerang Snowball dan mengusirnya dari peternakan. Kepemimpinan diambil alih Napoleon dan kroco-kroconya.

Dia berhasil memanipulasi keadaan dan tujuh perintah yang sudah dibuat. Harapan mereka terhadap kemerdekaan jauh panggang dari api. Dibawah kepemimpian Napoleon si Babi serakah dan culas, peternakan hanya Makmur terhadap kaumnya (para babi) dan pengikutnya. Kekuasaan membutakannya.

Di dalam buku tipis ini banyak sekali hal-hal yang mencengangkan. Membaca buku ini membuat saya geram dengan tokoh Napoleon dan menaruh simpati lebih dengan Boxer, kuda perkasa yang lugu dan penuh semangat.

Setelah baca kayak sempat terdiam, berpikir, dan merenung. Dan kisah ini tidak hanya fiktif, tetapi menjadi fakta dan benar pada saat ini dan di negara ini. Persis kayak novel dia sebelumnya yang pernah saya baca, 1984. Edan sih. Buku fiksi ditulisnya kapan, tapi masih relate dengan keadaan sekarang.

1984, Animal Farm dan Le Petit Prince (Pangeran Cilik)

“Dialah satu-satunya binatang di peternakan itu yang tidak pernah tertawa. Ketika ditanya mengapa tak tertawa, ia akan menjawab tidak ada yang pantas ditertawakan.” – Animal Farm, George Orwell

“Jangan bayangkan, Kamerad, bahwa menjadi pemimpin itu menyenangkan! Sebaliknya, itu adalah satu tanggung jawab yang berat dan mendalam.” – Animal Farm, George Orwell

“Mereka telah tiba saat tidak ada yang berani mengungkapkan pikirannya, ketika anjing yang ganas dan menggeram berkeliaran di mana-mana, dan ketika Anda harus melihat rekan-rekan Anda tercabik-cabik setelah mengaku melakukan kejahatan yang mengejutkan.” – Animal Farm, George Orwell

“Makhluk-makhluk di luar memandang dari babi ke manusia, dan dari manusia ke babi lagi: tetapi mustahil mengatakan mana yang satu dan mana yang lainnya.” – Animal Farm, George Orwell

Pulau Pahawang-Lampung, Keindahan yang Menyengat Hati hingga Kaki

Akhir tahun kemarin, sabtu, 19-20 Desember 2020 saya ikut Open Trip (OT) Backpacker Jakarta (BPJ) ke Pulau Pahawang-Lampung. Berhubung selama pandemic ini saya Work from Home (WFH) dari Maret 2020 dan saya belum pergi kemana-mana, saya putuskan buat jalan-jalan santai buat refreshing nyegerin jiwa-raga. Karena sudah kepalang jenuh, dan sudah kekurangan vitamin sea tingkat akut, maka saya harus pergi melihat yang biru-biru. Agar bisa tetap menjaga kewarasan.

Berhubung saya juga tidak mau repot mengurus test ini-itu karena Covid-19 jika trip sendiri, jadi saya putuskan ikut OT BPJ. Dan saya memang ingin melihat laut biru, merasakan semilir angin pantai dan yang paling saya tunggu adalah snorkling. Saya berharap dengan berenang di laut lepas segala bentuk kemumetan selama WFH hanyut kebawa arus laut. Dan itu semua sudah cukup men-charging energi untuk beberapa bulan ke depan.

I was so excited, karena ini merupakan pertama kalinya saya trip ke Pulau Pahawang-Lampung, sekaligus menjadi pengalaman pertama saya menginjakkan kaki di tanah Sumatera setelah sekian lama. It finally happened. Lol.  Seperti biasa lokasi meeting point (mepo) di basecamp BPJ, di samping RS. UKI. Sebelum berangkat kakak-kakak Penanggung Jawab (PJ) bantu untuk test suhu tubuh, tanpa surat ket. rapid test. Peserta OT yang ikut sekitar 30an orang.

Kami berangkat jum’at malam dari basecamp lalu naik bus sewaan menuju Pelabuhan Merak dan lanjut naik kapal Feri ke Pelabuhan Bakauheni-Lampung selama satu jam. Suasana di dalam kapal ternyata cukup ramai. berdiri di Haluan kapal Feri, merasakan Angin sepoi-sepoi, lihat pemandangan gemerlap lampu-lampu kota dari kejauhan rasanya tenang sekali.

Sesampainya di Pelabuhan Bakauheni, kami langsung lanjut ke dermaga Ketapang dan sampai sekitar jam tujuh pagi. Saya merasa seperti sedang study tour SMA hehe. Dan ini bukan trip pertama saya dengan BPJ, sebelumnya sudah beberapa kali ikut dan seringnya berkesan.

Kami lanjut sarapan, beres-beres dan langsung naik perahu ke pulau Pahawang Besar sekaligus Taman Nemo untuk snorkling. Perjalanan kurang lebih setengah jam. Hari itu cerah, langit biru muda dan laut berwarna hijau tosca. Aroma laut dan semilir anginnya menenangkan sekali, a piece of happiness. Dari awal memang saya sudah membayangkan buat berenang di laut, dan benar-benar tidak menyangka sekarang sudah di depan mata.  

Sesampainya di lokasi yang menyatu dengan warung terapung, saya persiapkan kaca mata renang pribadi, fins dan pelampung saya sewa. Saya pun menceburkan diri ke laut bareng yang lain. Wah, nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan. Indah sekali Pulau Pahawang itu. Tetapi, baru lima belas menit saya di air, kejadian tidak terduga menimpa saya. Lagi asyik berenang, tiba-tiba paha saya menyentuh sesuatu, maka kejadianlah.

Paha, kaki, terasa panas terbakar. Saya buru-buru naik ke atas dan duduk di warung. Sesampainya di atas keadaannya malah semakin parah, dari perut hingga ujung kaki saya merasa seperti terciprat minyak panas pada saat goreng ikan atau goreng otak-otak.

Saya benar-benar tidak tahu apa-apa saat itu. Sampai ada orang-orang yang bilang kalau saya disengat ubur-ubur, dan mereka melihat dari atas kalau saat berenang saya menabrak ubur-ubur. Sumpah lemes banget saat itu. Saya terpikir kalau liburan saya bakal rusak. Padahal ini baru di hari pertama. Atas saran orang-orang, saya basuhi perut sampai kaki, terutama paha saya dengan air mineral yang teman saya bantu belikan di warung.

Pelan-pelan rasa sakit itu berkurang. Dan menurut warga lokal di sana, tidak sampai sehari nanti akan normal lagi. Karena kebetulan yang menyengat ubur-ubur kecil. Dan ternyata di Pulau Pahawang banyak ubur-uburnya, bahkan ada ubur-ubur listrik yang kalau disengat bisa buat orang langsung pingsan. Ngeri banget dengernya. Alhasil, saya urungkan berenang sepanjang hari itu. Saya hanya melihat yang lain berenang. Karena seharian saya masih menahan rasa sakit. Poor me, lol.

Karena di Pulau Pahawang banyak ubur-ubur, dan mereka mempunyai tubuh yang transparan dan menyaru dengan air laut yang akan membuat kita kesulitan untuk mengetahuinya. Hemat saya, jika ke sana bisa lebih hati-hati saat berenang. Dan jika terkena tetap tenang dan basuh luka dengan air laut, jangan dengan air tawar. Karena itu yang membuat luka tambah parah. Yang penting tetap semangat dan jangan kapok main ke laut, kalo enggak nanti bakal ditenggelamkan lho sama Bu Susi. Hehe

Rewatching: 13 Film Horor Indonesia Terbaik di Tahun 2000-an

Pada tahun 2000an perfilman Indonesia mengalami kebangkitan setelah kurang lebih satu dekade mengalami mati suri. Berbagai tema film mulai bermunculan tiap bulannya, tak terkecuali dengan tema horor yang tidak kalah banyak peminatnya.

Walau banyak bermunculan film horor berjudul ‘nyeleneh’ yang menjadi ajang kamuflase dari film mesum berkedok horor yang menjamur pada saat itu.

Tetapi nggak usah khawatir, masih ada juga loh film horor berkualitas yang tayang di bioskop pada saat itu dan memang benar film horor yang bakal memberikan efek ketegangan dan kengerian pada saat ditonton.

Berikut ini saya akan flashback ke beberapa tahun lalu dan memberikan rangkuman 13 film horor Indonesia terbaik yang seramnya juara.

  1. Jelangkung (2001)
pict. imdb.com

Sebagai pelopor film horor di awal tahun 2000an yang menjadi tonggak berdirinya perfilman Indonesia especially film bergenre horor. Film ini diperankan oleh Winky Wiryawan, Hari Panca, Melani dan Ronni Dozer. Bercerita tentang lima sahabat yang mempunyai hobi unik mendatangi tempat angker di Jakarta. Hingga pada suatu hari mereka pergi ke suatu desa keramat bernama Angker Batu dan salah satu dari mereka memainkan permainan Jelangkung di atas kuburan keramat. Film Garapan Rizal Mantovani dan Jose Purnomo ini sukses membuat penonton begidik ketakutan. Tidak heran jika film ini menjadi film box office horor Indonesia pada saat itu.

2. Tusuk jelangkung (2003)

Film ini merupakan sequel dari film Jelangkung. Kali ini film yang disutradarai oleh Dimas Djayadiningrat. Bercerita tentang sekumpulan anak muda Jakarta yang tidak sengaja memainkan Jelangkung di rumah salah satu anak muda di film Jelangkung pertama yang masih hidup. Permainan itu mengundang hantu anak kecil bernama Turah yang pernah dipanggilnya di film pertama. Film yang dibintangi oleh Marcella Zalianty, Dina Olivia, Samuel Rizal dan beberapa artis ternama lainnya sukses membuat penonton dibuat kagum karena visualnya yang memukau dan banyak adegan action yang membuat penonton deg-degan. Untuk adegan menyeramkan Tusuk Jelangkung lebih berani dan banyak menampilkan sosok hantu-hantu yang tidak kalah menyeramkan dari film pertamanya.

3. Mirror (2005)

pict. imdb.com

Film horor yang dibintangi Nirina Zubir ini sempat booming di tahun 2005 silam. Bercertita tentang gadis SMU bernama Kikan (Nirina Zubir) yang mendapat kekuatan indigo secara tak terduga. Kikan bisa melihat hantu dan kematian seseorang. Berawal saat dia pingsan di sekolahnya karena terjatuh saat menjaili teman-temannya dengan menjadi hantu. Film ini sedikit mirip film The Sixth Sense 1999 karya M. Night Shyamalan.

4. Lentera merah (2006)

Lentera Merah adalah film horor yang memiliki latar belakang sejarah. Film horor pertama yang disutradarai Hanung Bramantyo ini berhasil membuat cerita horor yang menyeramkan diselipkan dengan teka-teki sehingga penonton diajak berpikir siapakah gadis perempuan dengan gaya retro yang hadir diantara anggota mahasiswa-mahasiswi majalah kampus bernama Lentera Merah yang sedang mengadakan inagurasi anggota baru. Film ini mencekam sekaligus penuh dengan misteri. Dibintangi oleh Laudya Cynthia Bella, Dimas Beck, Teuku Wisnu dan banyak lagi.

5. Pocong 2 (2006)

pict. imdb.com

Pocong 2 adalah sekuel dari film Pocong buatan Rudi Soedjarwo dan Monti Tiwa yang sempat dilarang tayang oleh Lembaga Sensor Film karena berbagai alasan seperti terlalu sadis dan lain sebagainya. Pocong 2 dibintangi oleh Revalina S Temat, Ringgo Agus Rahman, Risty Tagor dan Dwi Sasono. Bercerita tentang adik-kakak, Maya dan Andin (Reva dan Risty) yang diganggu hantu Pocong di apartemennya yang dibeli dengan harga murah oleh Adam (Ringgo) tunangan Maya. Kehadiran Pocong yang meneror mereka memberikan petunjuk-petunjuk tentang peristiwa apa dibalik misteri kelam apartemen dan hantu Pocong itu.

6. Kuntilanak (2006)

Film yang dibintangi oleh Julie Estelle, Evan Sanders, dan Ratu Felisha ini sempat menjadi Box Office pada waktu itu. Lagu Lingsir Wengi pemanggil Kuntilanak yang dinyanyikan oleh seorang paranormal dalam film ini berhasil membuat siapa saja yang mendengar begidik ketakutan. Film ini bercerita tentang Samantha (Julie Estelle) yang tinggal di rumah kosan murah yang menyimpan misteri. Di rumah kosan itu terdapat cermin-cermin antik Mangkoedjiwo tempat munculnya sang Kuntilanak setengah manusia setengah kuda yang sangat menyeramkan.

7. Hantu (2007)

pict. imdb.com

Film yang tidak kalah seramnya berjudul Hantu. Film ini dibintangi oleh Dhea Ananda, Oka Antara, Dwi Andika, Andhika Gumilang dan Monique Henry. Hantu menjadi film pertama Oka Antara yang sukses membuat penonton ketakutan. Hantu sendiri bercerita tentang lima sahabat yang ingin mengunjungi sebuah danau misterius di sebuah hutan. Mereka berlima mengalami kejadian-kejadian yang menyeramkan di hutan itu hingga satu persatu dari mereka di terror oleh penghuni hutan tersebut. Hantu-hantu yang ada di film ini sangat menyeramkan dan kelihatan nyata.

8. Kala (2007)

Film horor-thriller pertama Joko Anwar yang bisa membuat penonton tercengang karena saking bagusnya film ini pada saat itu. Kala sendiri sebenarnya masuk ke dalam film berjenis noir. Film ini tidak sepenuhnya horor, suspense, action dengan bumbu-bumbu sejarah sebuah negara republik.

Dead Time: Kala dibintangi oleh Fachrie Albar, Ario Bayu, Fahrani dan Shanty. Jika kalian menonton film ini kalian akan merasakan jika film ini seperti bukan dibuat oleh seorang sineas Indonesia karena ceritanya berbau Hollywood.

Dengan latar belakang sebuah kota fiksi yang terkesan ‘dark’. Penonton akan diajak merasakan sensasi yang menegangkan, menyeramkan dan hadir dengan plot twist yang membuat kita terkagum.

Meskipun film ini kurang popular di Indonesia, film ini sempat menyabet penghargaan di FFI 2007 dan di luar negeri serta di ajang film festival dunia Kala banyak dipuji oleh kritikus film.

9. Takut: Faces of Fear (2008)

Film kali ini bertema horor omnibus. Omnibus adalah rangkaian film pendek yang biasanya memiliki tema yang sama. Seperti Takut: Faces of Fear yang bertemakan horor. Takut: Faces of Fear menampilkan enam cerita pendek horor yang menyeramkan. Sesuai dengan slogannya, 7 directors, 6 stories, 1 emotion, Takut. Film ini sempat tayang di bioskop pada tahun 2008. Dan salah satu film andalan dari film omnibus ini adalah Dara/Darah yang diperankan oleh Shareefa Danish. Dara/Darah sendiri banyak diputar di berbagai festifal film dan mendulang penghargaan serta pujian. Film ini yang melahirkan film Rumah Dara (Darah) full-length feature yang sukses membuat penonton begidik ngeri dan mual.

10. Rumah Dara (Darah) (2009)

Film Horor bertemakan slasher-horor yang tidak kalah menarik selanjutnya adalah Rumah Dara (Darah) atau judul internasionalnya Macabre. Timo Brothers sukses membuat full-length feature dari film omnibus Takut: Faces of Fear (2008):

Dara (Darah). Film yang dipenuhi berkubik-kubik darah segar ini  masih diperankan oleh Shareefa Danish dan Mike Lucock. Dan jejeran aktor popular seperti Julie Estele, Ario Bayu, Sigi Wimala dan banyak bintang lainnya. Bercerita tentang keluarga ‘sakit’ yang sering menculik orang asing sebagai mangsa. Rumah Dara (Darah) atau Rumah Jagal sukses memenangkan berbagai penghargaan di dalam maupun luar negeri, salah satunya adalah Busan Festival Film di Korea Selatan.

11. Keramat (2009)

pict. imdb.com

Film horor yang namanya kurang terdengar ini menghadirkan film horor yang terbilang beda di Indonesia. Film horor yang pengambilan gambarnya melalui kamera video yang sengaja di rekam oleh salah satu aktornya pernah menghiasi film Hollywood berjudul The Blair Witch Project yang sempat sukses pada saat itu. Film ini bercerita tentang sekelompok crew film yang sedang membuat film di Jogja. Hingga pada hari berikutnya salah satu pemain bernama Migi dirasuki oleh hantu nenek moyangnya dan hilang di bawa ke suatu tempat. Hantu-hantu yang tertangkap di kamera film ini benar-benar menyeramkan. Ditambah adegan kejar-kejaran para aktor membuat kita dibawa ikut merasakan apa yang mereka rasa. Film ini dibintangi oleh Migi Parahita, Poppy Sovia, Sadha Triyudha, Miea Kusuma dan banyak lagi.

12. Hi5teria (2012)

Film horor berikutnya adalah film omnibus yang berisikan lima cerita. Hi5teria banyak dibintangi oleh actor-aktris ternama seperti Taro Basro, Luna Maya, Dion Wiyoko, Sigi Wimala dan masih banyak lagi. Ada lima judul film pendek horor yang memiliki sensasi keseraman berbeda-beda, ada Pasar Setan, Wayang Koelit, Kotak Musik, Palasik dan Loket. Jika kalian ingin melihat debut Tara Basro di film horor, tontonlah film ini.

13. Belenggu (2013)

pict. imdb.com

Belenggu adalah film jenis horor psikologis yang sempat menarik perhatian di tahun 2013. Film ini disutradai oleh Upi Avianto yang terkenal dengan film Realita Cinta dan Rock n Roll. Belenggu dibintangi oleh Laudya Chynthia Bella, Abimana Aryasatya, Imeldha Therine dan Verdi Solaiman. Film ini bercerita tentang teror pembunuh yang menggunakan kostum badut kelinci yang meresahkan kota.

5 Fakta Hayao Miyazaki Sang Maestro dari Studio Ghibli

pict: https://www.chinadaily.com

Bagi para pecinta animasi atau anime khususnya animasi Jepang pasti sudah tidak asing dengan Studio Ghibli. Rumah produksi pembuatan film animasi asal negeri Sakura ini sudah banyak sekali menciptakan film animasi box office seperti Spiritted Away, My Totoro Neightbour, Princess Mononoke dan yang teranyar adalah Earwig and the Witch yang akan tayang dalam waktu dekat.

Dibalik terciptanya anime-anime keren itu, terdapat seorang genius bernama Hayao Miyazaki yang menjadi salah satu pendiri Studio Ghibli. Untuk mengenal lebih dekat Sang Maestro, berikut ini ada lima fakta mengenai Eyang Hayao Miyazaki.

  1. Menyukai Manga dan Animasi sejak kecil

Hayao Miyazaki lahir di Tokyo, 5 Januari 1941. Miyazaki adalah anak kedua dari empat bersaudara. Ayahnya merupakan seorang direktur di perusahaan yang memproduksi kemudi pesawat tempur pada Perang Dunia II, Miyazaki Airplane. Sejak kecil Miyazaki sudah tertarik dengan Manga dan animasi yang sudah menjadi culture di Jepang. Miyazaki pernah bekerja di salah satu studio animasi besar di Jepang, Toei Animation sebelum mendirikan Studio Ghibli.

2. Berdirinya Studio Ghibli

Hayao Miyazaki dan dua rekannya, Isao Takahata dan Toshio Suzuki mendirikan Studio Ghibli pada 15 Juni 1985 di Tokyo. Nama Ghibli berasal dari Bahasa Arab, Qibli. Nama tersebut terinspirasi dari orang-orang Italia yang menyebut pesawat pengincar sahara pada Perang Dunia II. Ghibli sendiri bermakna Angin yang bertiup melewati Gurun Sahara, yang bermaksud bahwa Studio Ghibli akan menjadi angin segar di industri animasi Jepang. Film pertama yang di produksi pada saat itu adalah Laputa: Castle in The Sky (1986), My Neighbor Totoro (1988), dan Grave of The Fireflies (1988)

3. Direktur Utama Studio Ghibli yang Workaholic dan Perfeksionis

Hayao Miyazaki sudah terkenal sebagai pribadi yang workaholic dan perfeksionis. Semasa muda, Miyazaki biasa bekerja hingga 14 jam sehari. Miyazaki adalah seorang animator yang mencintai kesempurnaan pada setiap pekerjaannya. Dia bahkan sengaja pergi ke Swedia, tepatnya ke Stockholm dan Gotland Island untuk mengambil foto yang digunakan di film anime Kiki’s Delivery Service.

Tidak heran direktur utama studio Ghibli itu menjadi salah satu animator tersukses di dunia. Karya-karyanya seperti Princess Mononoke (1997), Spirited Away (2001) banyak memenangi penghargaan di kancah dunia.

4. Hayao Miyazaki Pensiun dan Kembali

Pada tahun 2013 silam Hayao Miyazaki menyatakan diri jika akan pensiun di usianya yang ke 72. Alasannya adalah karena Miyazaki bermasalah dengan penglihatannya yang semakin buruk dan akan mempengaruhi karya yang akan dibuatnya.

Tetapi beberapa tahun berikutnya tepatnya pada 2017, melalui Toshio Suzuki, produser dari Studio Ghibli memberitakan bahwa Miyazaki sudah bekerja kembali untuk sebuah proyek film terbaru Studio Ghibli yang rencanya akan tayang di tahun 2020. Alasan Miyazaki kembali terdengar cukup sentimentil yaitu karena ingin membuatkan film animasi untuk cucu laki-lakinya.

5. Membuat Film terbaru bersama Putranya-Goro Miyazaki

Putra pertama Hayao Miyazaki yang juga penerus Studio Ghibli, Goro Miyazaki menyutradarai film berjudul Aya to Majo (Earwig and the Witch) bersama Ayahnya, Hayao Miyazaki.

Film terbaru kali ini akan menjadi film Panjang pertama Studio Ghibli yang menggunakan Teknik animasi full 3D CG. Aya to Majo (Earwig and the Witch) film ini rencana tayang perdana di saluran televisi NHK 30 Desember 2020 namun karena film ini akan diikutsertakan di salah satu ajang penghargaan bergengsi, penayangannya diundur menjadi awal tahun 2021. Dan Indonesia boleh berbangga karena salah satu pengisi suara dan soundtrack akan diisi oleh penyanyi dan pemain film Petualangan Sherina, yup, Sinna Sherina Munaf aka Sherina. Wah, jadi nggak sabar nih. :))

5 Alasan Drama Korea Replay 1988 Wajib Dijadikan Tontonan Kalian

Bagi kalian yang ingin memulai nonton drama korea (Drakor) tapi bingung mau nonton apa, cobalah nonton Replay 1988. Drakor yang bersetting tahun 1988 ini pertama kali tayang tahun 2015. Di tahun 2020 drakor ini sempat heboh kembali karena banyak orang yang membicarakannya dan sempat beberapa kali menjadi trendic topic di twitter.

Tidak heran memang, karena pada saat penayangannya Replay 1988 sempat menjadi juara di negara asalnya dan mengalahkan drakor yang tayang pada tahun yang sama. Replay 1988 juga menjadi salah satu drakor yang wajib ditonton bagi para pecinta drakor atau kalian yang ingin memulai menonton drakor di masa pandemic ini

Berikut ini adalah lima alasan Replay 1988 wajib ditonton oleh kamu yang ingin memulai menonton drakor:

  1. Cerita yang Sederhana tapi Sarat Makna
Sumber: eukybearlovesdrama.wordpress.com

Bercerita tentang lima anak yang bersahabat sejak kecil yang tinggal di Ssangmun-dong, Distrik Dobong, Seoul Utara. Ada Deok Sun tokoh perempuan yang ceria dan sering melakukan hal-hal konyol, Jung Hwan si cuek dan kaya, Sun Woo si tampan yang dewasa, Dong Ryok si kocak yang konyol dan Taek si pendiam nan jenius atlit Baduk atau Go internasional. Tokoh di serial ini tidak hanya mereka, tetapi banyak sekali. Ada Sun Bora, kakak Deuk Sun yang cerdas tetapi terkenal galak. Ada Mrs. Cheetah ibu dari Jung Hwan ketua geng emak-emak dan masih banyak lagi.

2. Tema yang Kaya (Persahabatan, Keluarga, Percintaan dan Keseharian)

Replay 1988 sebenarnya tidak hanya menceritakan tentang persahabatan atau melulu tentang percintaan, tetapi lebih kompleks lagi. Walaupun begitu penyampaian dalam serial ini sederhana jadi bisa dinikmati oleh siapa saja.

Seperti membahas tema keluarga, bagaimana kehidupan bertetangga di korea selatan pada saat itu yang ternyata relate dengan yang ada di Indonesia. Ada juga membahas personal dari tokoh-tokoh di sini yang ternyata karakter mereka tidak hadir begitu saja, tetapi memang terbentuk karena ada suatu alasan. Pepatah yang mengatakan everything happens for a reason itu memang benar. Tidak ada tokoh yang sia-sia di serial ini. Semua jelas dan pembagian porsinya seimbang.

3. Replay 1988 Drama Korea yang Sempurna dari Segala Aspek

Replay 1988 bersetting di tahun 1988. Penggambaran lokasi, suasana, barang-barang yang digunakan, dan segala penunjang agar terlihat tahun 1988 itu detail sekali dan sempurna. Kita tidak akan menyadari jika itu sebenarnya diambil di tahun 2000an. Kita bisa melihat dari perabotan, acara TV atau Radio yang lagi tren saat itu, Film atau aktor yang lagi hits pada jaman itu, hingga logo brand elektronik kebanggan Korea Selatan GoldStar atau sekarang dikenal dengan LG.

4. Cerita yang Kaya Menghadirkan Bermacam Emosi

Sumber: aminoapps.com

Cerita yang disajikan juga sukses membuat penonton dibawa keberbagai macam emosi. Penonton bisa dibuat tertawa karena kekonyolan tokoh yang dibawakan secara natural dan tidak berlebihan. Tetapi di lain waktu penonton juga akan merasakan kesedihan karena masuk kedalam permasalahan si tokoh yang dalam dan beragam. Penonton juga bisa dibawa merasakan rasa kesal, sebal, dan jatuh cinta sama tiap tokoh-tokohnya.

Backsound suara kambing mengembik saat ada adegan lucu berhasil membuat penonton tertawa dan pas takarannya. Ditambah kehadiran Original Soundtrack (OST) yang mengiringi membuat setiap scene yang mengaduk emosi bertambah ambyar, dan yang konyol menjadi ‘ancur’, seperti Youth dari Feel Kim, Hyehwadong (or Ssangmundong) dari Park Boram, Don’t Worry dari Juck Lee dan masih banyak lagi

5. Ditonton oleh Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra

Sumber: Medium

Rangga dan Cinta aka Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra juga menonton serial Replay 1988 di masa pandemic ini. Dian pernah di wawancarai dalam chanel youtube tempo.com bersama Leila Chudori menceritakan kesukaannya dengan serial Replay 1988 yang relate dengan kehidupannya pada saat itu yang masih duduk dibangku SD.

“Dan yang menarik adalah kompleksitasnya itu nggak cuma about love story, atau geng ini aja, tapi juga geng orang tuanya. Jadi kayak ada dua generasi. It’s like hitting several species in one dengan satu batu gitu loh, jadi kayak elo nabok berapa burung dalam satu lemparan batu ya. Jadi kayak, Wah, ini gila sih. Jenius banget.”

Dian pun merekomendasikan Replay 1988 ke sahabatnya Nicholas Saputra dan langsung suka di episode pertamananya.

Sumber: Medium

Saat ini Replay 1988 sudah tersedia di Netflix. Jadi bagi yang mau menonton tidak perlu lagi repot-repot download di situs illegal. Tinggal duduk atau rebahan dan nikmati serialnya yang berjumlah 20 episode dengan durasi sekitar 1 jam setengah per episode . Siap-siap bakal susah Move on ya.